MEDIA24.ID, AUTO TEKNO - Michelin menegaskan kembali posisinya sebagai pelopor inovasi dan keberlanjutan di ajang balapan 24 Jam Le Mans tahun 2025.
Sejalan dengan visinya untuk menghadirkan performa jangka panjang sekaligus mendukung tujuan keberlanjutan global, Michelin melihat teknologi hidrogen sebagai langkah logis berikutnya dalam perjalanannya.
Ajang ke-93 dari balapan legendaris ini berakhir pada hari Minggu lalu di bawah langit cerah, menghadirkan kondisi ideal bagi pertarungan sengit di sirkuit Le Mans.
Baca Juga: Fuji Pilih Pengusaha Hebat Ketimbang Anggota Dewan
Dalam atmosfer penuh sejarah ini, delapan pabrikan Hypercar tampil bersaing, seluruhnya mengandalkan ban Michelin yang kembali membuktikan performa tak tergoyahkan dan konsistensi luar biasa mewarnai setiap detik dari balapan selama 24 jam penuh.
Dengan kondisi lintasan yang tetap kering dari awal hingga akhir, ban MICHELIN Pilot Sport Endurance Medium menjadi fondasi utama strategi tim.
Fleksibilitas luar biasa dari ban ini memungkinkan para tim menyelesaikan tiga periode berturut-turut tanpa penurunan performa, meskipun menghadapi fluktuasi suhu yang signifikan antara fase siang dan malam.
Baca Juga: Yuki Kato Santai Hadapi Usia 30 Tanpa Pasangan
“Sebuah edisi yang benar-benar luar biasa dari balapan Le Mans 24 Jam berlangsung akhir pekan ini, tanpa gangguan cuaca dan dihadiri oleh khalayak yang besar dan antusias (330.000 penonton sepanjang akhir pekan). Ban MICHELIN Pilot Sport Endurance Medium menunjukkan fleksibilitas yang luar biasa, memberikan performa tinggi secara konsisten selama tiga sesi balapan sepanjang balapan 24 jam penuh,” kata Pierre Alves, Endurance Program Manager di Michelin Motorsport.
28 Kemenangan Beruntun dan Komitmen terhadap Inovasi Berkelanjutan Dengan kemenangan AF Corse dan Ferrari, Michelin mencatatkan kemenangan ke-28 secara berturut-turut di ajang 24 Hours of Le Mans sejak kembali secara resmi ke sirkuit Sarthe pada tahun 1998. Ferrari juga mencetak kemenangan ketiganya secara berturut- turut di Le Mans, mempertegas dominasinya di FIA World Endurance Championship 2025, di mana mereka telah memenangkan tiga seri pertama musim ini.
Namun lebih dari sekadar pencapaian di lintasan, edisi tahun ini juga menandai tonggak baru dalam strategi keberlanjutan Michelin.
Baca Juga: Gencarkan Penghijauan, Menag Nasaruddin Umar Bagikan Bibit Pohon di CFD Syiar Muharam 1447 H
Melalui kemitraan dengan startup Swedia ENVIRO, seluruh ban Hypercar yang digunakan dalam balapan ini akan didaur ulang menggunakan teknologi pyrolysis memungkinkan pemulihan karbon hitam, minyak, dan baja untuk produksi ulang.
Inovasi terus berlanjut melalui pengembangan ban demonstrasi Michelin yang digunakan secara khusus di ajang Le Mans, dan dirancang dengan kandungan hingga 71% material terbarukan dan daur ulang.