MEDIA24.ID, BANDUNG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan rapat terbuka bersama Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Dedi Mulyadi dan Kepala Biro Kesra Andrie Kustira Wardana.
Dalam rapat tersebut, Dedi meminta Biro Kesra mengkoordinasikan dan memetakan lembaga yang mengurus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
"Kemudian ODGJ di jalan raya, kabupaten ini, kota ini, kalau ada ODGJ nanti kita kirim," katanya.
Baca Juga: Dedi Mulyadi Debat dengan Siswa SMAN 1 Cikarang yang Ngotot Minta Diadakan Wisuda
Jika perlu, Dedi mengatakan Pemprov Jabar akan mengadakan sayembara.
"Siapa yang bisa menyerahkan ODGJ maka dikasih insentif," pungkasnya.
Dedi menceritakan, pernah melakukan hal serupa saat menjabat sebagai Bupati Purwakarta.
"Itu tidak boleh ada ODGJ disembunyikan orang tuanya, karena malu, apa lagi dikerangkeng," tambahnya.
Saat itu, Dedi menyatakan, memberi insentif Rp2 juta.
"Saya kasih sayembara Rp2 juta waktu itu Pak, siapa yang bawa. Alhamdulillah, semua orang bawa karena ngejar Rp2 juta," tuturnya.
Namun, Dedi mengungkapkan, yang datang kebanyakan yang frustasi.
"Ternyata bukan ODGJ kebanyakan, yang frustasi," sebutnya.
Kemudian, Dedi mengimbau agar Biro Kesra bekerja sama dengan Rumah Sakit Jiwa.