MEDIA24.ID, JAKARTA - DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) akhirnya menyerahkan menyerahkan surat rekomendasi kepada Bobby Nasution sebagai calon gubernur Sumatera Utara (Sumut) untuk Pilkada 2024.
Sebelumnya, partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu masing menimbang kandidat lain yakni mantan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.
Edy bahkan telah mengikuti mengikuti uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) sebagai bakal cagub yang digelar PKB beberapa waktu lalu.
Penyerahan surat rekomendasi untuk menantu Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertempat di Kantor DPP PKB, Cikini, Jakarta Pusat, Kamis, 4 Juli 2024 yang dilakukan Wakil Ketum PKB Jazilul Fawaid.
Baca Juga: Ada Orang Dalam, Ini Kronologi Pencurian di Rumah Dinas Bobby Nasution
Menurut Jazuli, peluang Bobby menang di Pilkada Sumut 2024 sangat besar. Itulah yang menjadi alasan PKB menjatuhkan pilihan pada Bobby ketimbang petahana Edy Rahmayadi.
"Indikasinya adalah kuatnya dukungan dari partai-partai politik, ada tujuh partai politik yang punya kursi dan selebihnya ada partai-partai non parlemen juga yang mendukung," ujar Jazuli.
Ia juga menuturkan,“Salah satu pertimbangannya hari ini kenapa PKB memberikan rekomendasi atau surat keputusan kepada Mas Bobby karena dalam hitungan PKB, Mas Bobby yang akan jadi pemenang.”
Koalisi Super Bobby Vs Edy Rahmayadi
Seperti diketahui, hasil pemilu legislatif DPRD Sumut menunjukkan Partai Golkar keluar sebagai partai peraih kursi terbanyak dengan 22 kursi. Disusul PDIP dengan 21 kursi dan Gerindra 13 kursi.
NasDem berada di posisi keempat dengan 12 kursi, diikuti oleh PKS dengan 10 kursi. PAN meraih 6 kursi, disusul Hanura dan Demokrat masing-masing 5 kursi. PKB sendiri memperoleh 4 kursi. Sedangkan Perindo dan PPP masing-masing meraih 1 kursi.
Hingga saat ini parpol yang telah mengeluarkan rekomenasi untuk Bobby Nasution adalah Partai Golkar, Gerindra, NasDem, PAN, Demokrat, PPP, dan PKB.
Bergabungnya PKB membuat dukungan untuk Bobby jika dikonversi berdasarkan perolehan kursi parpol di DPRD Sumut mencapai 63 %.
Lalu bagaimana dukungan terhadap Edy? Purnawirawan TNI AD yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu pernah sesumbar tak takut melawan mantu presiden.