"Saya sama siapapun, jangankan mantunya presiden, sama mantunya malaikat pun, kalau boleh kita lawan," kata Edy di Gedung DPP PKB, Jakarta Pusat, Juni 2024 lalu.
Minus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Hanura, parpol pengusung Edy dalam Pilgub Sumut 2018 telah pindah ke Bobby Nasution. Edy sendiri sudah melakukan penjajakan pada PKS.
Partai ini pun mengaku lebih condong mendukung Edy yang juga Ketua Pemenangan Anies-Muhaimin Sumut dibanding kandidat lain.
Hanya saja, PKS tidak bisa mengusung calon sendiri untuk Pilgub Sumut sesuai syarat minimal 20 persen jumlah kursi. Parpol yang tersisa hanya Hanura, Perindo, dan PDI Perjuangan.
Kalau dilihat dari perolehan kursi, PKS mau tidak mau harus menggandeng PDIP jika ingin menyokong Edy. Sebaliknya, PDIP bisa mengusung calon sendiri atau menggandeng Hanura dan Perindo.
Edy juga sebenarnya telah mendekati PDIP Sumut. Ketua PDIP Sumut juga menyebut namanya sebagai salah satu kandidat kuat untuk diusung selain kader internal.
Nah, akankah koalisi PKS-PDIP terwujud di Pilgub Sumut 2024 untuk menghadang kekuatan besar Bobby? Atau PDIP memilih mengusung sendiri calon sendiri.