MEDIA24.ID - Merokok saat mengemudi, baik mobil, truk, maupun sepeda motor, ternyata tidak hanya berbahaya tetapi juga ilegal.
Aktivitas ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Berikut penjelasan mengenai aturan dan dampak negatif merokok saat mengemudi.
Larangan Merokok Saat Mengemudi
Larangan mengemudi sambil merokok tertuang dalam Pasal 106 Ayat 1 UU LLAJ, yang menyebutkan, "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di Jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.
" Jika melanggar, pelaku akan dikenakan hukuman sesuai Pasal 283 yang berbunyi, "Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah)."
Baca Juga: Eross Candra Lelang Gitar Fender untuk Korban Perang Gaza
Dampak Buruk Merokok Saat Mengemudi
1. Mengganggu Konsentrasi Pengemudi Merokok saat mengemudi mengalihkan perhatian dari jalan karena pengemudi harus mengurus rokok dan abu yang dihasilkan. Asap rokok juga dapat menghalangi pandangan di dalam mobil, meningkatkan risiko kecelakaan.
2. Meninggalkan Bau Tidak Sedap di Dalam Mobil Asap rokok menempel di berbagai sudut kabin, termasuk dasbor, setir, dan panel pintu. Bau khas nikotin yang menyengat akan sulit dihilangkan, membuat kabin mobil tidak nyaman, terutama bagi anak kecil dan orang lanjut usia.
3. Mengotori Sistem Sirkulasi AC Asap rokok dapat masuk ke dalam sistem sirkulasi AC, mengendap pada filter dan evaporator AC, menyebabkan udara dari AC tercampur dengan nikotin. Ini bisa menyebabkan bau tidak sedap yang sulit dihilangkan dan berpotensi mengganggu kesehatan.
4. Mengurangi Nilai Jual Mobil Mobil yang berbau rokok atau memiliki bercak nikotin sulit dijual. Calon pembeli enggan membeli mobil bekas yang terindikasi pemiliknya perokok karena biaya pembersihan yang tinggi dan tidak ada jaminan bau rokok bisa sepenuhnya hilang.