MEDIA24.ID, JAKARTA – Indonesia mendesak PBB untuk mengeluarkan putusan untuk memaksa Israel mematuhi putusan Mahkamah Internasional atau (International Court of Justice/ICJ).
“Kita ingin keputusan ICJ ini dipatuhi Israel dan PBB membuat keputusan memaksa Israel untuk patuh,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat Kuliah Umum yang bertajuk “Diplomasi Indonesia untuk Indonesia”, Senin (3/6), di ruang Balai Senat UGM.
ICJ menjatuhkan putusan setelah Afrika Selatan mengajukan gugatan dengan tuduhan genosida di Gaza pada 29 Desember 2023.
Israel dituduh melanggar kewajiban berdasarkan Konvensi Geneva 1948 soal anti-genosida.
Dalam putusannya,ICJ meminta Israel menghentikan serangan dan menghukum pelaku genosida.
ICJ juga meminta Israel mengizinkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza.
Baca Juga: All Eyes on Rafah: Doa dan Dukungan untuk Muslim Palestina
Keputusan ICJ terbaru menginstruksikan Israel menghentikan operasi militer di Rafah, dan menjamin akses yang terbuka ke Jalur Gaza bagi komisi pencari fakta atau Lembaga investigasi lain untuk menyelidiki genosida yang dilakukan oleh Israel.
Indonesia khawatir situasi Palestina akan terus memburuk seiring perlakuan Israel yang mendorong para pengungsi berpindah ke Yordania, Lebanon, Suriah, sehingga Tepi Barat dan Jalur Gaza tidak bisa kembali ke pangkuan negara itu.
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan Indonesia akan terus mengirim bantuan kemanusiaan dan memperjuang Palestina sebagai sebuah negara melalui jalur diplomasi di PBB.
“Palestina akan terus kita bela, tetap harus diakui sebagai negara,” ujar Menlu Retno seusai mengisi Kuliah Umum yang bertajuk “Diplomasi Indonesia untuk Indonesia”, Senin (3/6), di ruang Balai Senat UGM.
Baca Juga: Mengungkap Sifat Bani Israil dalam Al-Qur'an dan Dampaknya pada Konflik Palestina-Israel
Indonesia menurut dia juga terus konsisten membantu pengungsi Palestina, baik lewat jalur udara maupun jalur darat.
“Semua bantuan kita kirim sesuai dengan permintaan di lapangan. Begitu menerima permintaan kita langsung kirim bantuan kemanusiaan,” jelasnya.