internasional

Produk Indonesia Jadi Solusi Pascabadai DANA di Spanyol

Sabtu, 2 November 2024 | 07:34 WIB
Ilustrasi: badai dana di spanyol. (Foto Freepik )

MEDIA24.ID, JAKARTA – Produk makanan olahan Indonesia berpotensi besar untuk mengisi kekosongan pasokan pangan di Spanyol setelah badai DANA menghantam negara tersebut. 

Badai DANA (Depresión Aislada en Niveles Altos), yang terjadi pada 29 Oktober 2024, membawa dampak yang sangat parah, dengan hujan deras, banjir besar, dan angin kencang. 

Kerusakan yang diakibatkan meliputi infrastruktur penting dan lahan pertanian di wilayah utama seperti Valencia, Murcia, dan Malaga, yang merupakan penghasil buah dan sayuran utama Spanyol. 

Baca Juga: Cuaca Ekstrem di Arab Saudi: Peringatan Badai Petir dan Banjir Bandang Hingga 3 September 2024

Kondisi ini memunculkan ancaman serius terhadap ketersediaan pangan nasional, terutama menjelang musim dingin dan perayaan Natal.

Badai DANA telah mengakibatkan korban jiwa yang signifikan. Hingga 31 Oktober 2024, tercatat 158 orang meninggal dunia, dengan 155 korban berasal dari Valencia. 

Selain korban jiwa, badai ini merusak infrastruktur transportasi dan menghentikan layanan kereta, metro, dan bus demi keselamatan. 

Ratusan kendaraan tersapu banjir dan mengalami kerusakan parah, memperparah gangguan rantai pasokan pangan dan kebutuhan logistik di Spanyol.

Freddy Joseph Pelawi, Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Barcelona, menyebutkan bahwa produk makanan olahan Indonesia menjadi solusi paling memungkinkan untuk membantu Spanyol dalam menghadapi krisis ini. 

“Produk makanan olahan memiliki ketahanan yang baik dan dapat memenuhi standar ketat Uni Eropa, sehingga peluang untuk meningkatkan ekspor ke Spanyol sangat terbuka,” ungkapnya di Barcelona, Jumat (1/11).

Baca Juga: Sinopsis Film Twisters, Kisah Pemburu Badai yang Berhadapan dengan Tornado Dahsyat

Data menunjukkan bahwa pada 2023, Indonesia mencatat ekspor makanan olahan ke Spanyol senilai USD 28,30 juta, meliputi produk seperti buah kaleng, sayuran olahan, dan aneka kacang. 

Potensi ekspor produk segar, seperti buah dan sayuran, juga ada, meskipun terkendala oleh jarak dan biaya pengiriman yang lebih tinggi. 

“Ekspor produk segar memungkinkan, tetapi tantangan utamanya adalah biaya logistik dan harga yang kompetitif,” tambah Freddy.

Halaman:

Tags

Terkini