MEDIA24.ID, JABODETABEK – Di balik wajah kota Jakarta yang sibuk dan penuh dinamika, terselip potret perjuangan anak bangsa yang tak kalah menyentuh.
Fenomena lulusan sarjana yang memilih bekerja sebagai petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) kini menjadi sorotan publik.
Bukan karena mereka gagal, tetapi karena kerasnya dunia kerja yang memaksa banyak lulusan perguruan tinggi untuk menempuh jalur yang tak selalu sesuai dengan latar belakang akademik mereka.
Indra Setiawan dan Rendi Septiadi adalah dua contoh nyata. Keduanya merupakan sarjana dari perguruan tinggi swasta di Jakarta—Indra lulusan Informatika dan Rendi lulusan Ilmu Keguruan dan Pendidikan.
Baca Juga: Beli Tiket GIIAS 2025 Lebih Awal, Rasakan Langsung Pengalaman Otomotif Terlengkap
Kini, setiap hari mereka mengenakan seragam oranye dan memegang sapu untuk membersihkan lingkungan sebagai PPSU di Kelurahan Rawa Buaya, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.
Bagi sebagian orang, pekerjaan ini mungkin dipandang sebelah mata. Namun bagi Rendi, yang telah mengabdi selama dua tahun enam bulan, pekerjaan sebagai PPSU adalah bentuk tanggung jawab dan keberanian.
“Tidak ada rasa malu menjadi petugas PPSU. Justru lebih malu kalau tidak punya pekerjaan. Ini pekerjaan halal untuk mencukupi kebutuhan hidup bersama keluarga,” ungkapnya, Rabu (16/7/2025).
Rendi mengakui, sempat ada cemoohan dari teman-teman kuliah. Namun dukungan penuh dari sang istri membuatnya tetap teguh menjalani profesinya.
Baca Juga: Realme GT 7 Series: Smartphone Flagship Killer All-Rounder untuk Setiap Penggunanya
“Selama pekerjaan ini halal dan bisa mencukupi keluarga, apa salahnya?” tambahnya dengan mantap.
Cerita serupa datang dari Indra Setiawan. Telah tujuh tahun menjadi PPSU, Indra awalnya sempat mendapat penolakan dari keluarga.
“Saat melamar dan diterima sebagai PPSU, keluarga dan istri saya awalnya tidak setuju. Namun, setelah saya jelaskan alasannya, akhirnya mereka mengerti,” katanya.
Data dari Kelurahan Rawa Buaya mencatat setidaknya ada tujuh petugas PPSU yang merupakan lulusan sarjana dari berbagai jurusan. Lurah Rawa Buaya, Junaidi, justru mengapresiasi kinerja mereka.