berita

Dedi Mulyadi Debat dengan Siswa SMAN 1 Cikarang yang Ngotot Minta Diadakan Wisuda

Selasa, 29 April 2025 | 21:13 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (YouTube KDM )

MEDIA24.ID, CIKARANG-Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi berdebat dengan remaja yang baru lulus dari SMAN 1 Cikarang Utara sekaligus korban penggusuran rumah di bantaran kali terkait pelarangan sekolah menggelar wisuda.

Remaja tersebut mengkritik kebijakan pelarangan wisuda sebab dianggap para siswa akan kehilangan kenangan perpisahan sebelum kelulusan.

"Saya ngerasa kan udah lulus ya. Kalau misalkan enggak ada perpisahan kita tuh enggak bisa kumpul bareng atau rasain gimana-gimana kumpulnya interaktif sama teman-teman itu pak," ujar remaja tersebut dalam akun YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel dikutip Selasa (29/4).

Baca Juga: Gubernur Jakarta Pramono Enggan Jadi Follower Dedi Mulyadi, Para Pengemplang Pajak Kendaraan Bakal Dikejar

Dedi kemudian menjawab kenangan di masa sekolah itu tak hanya kala perpisahan melainkan masa-masa ketika belajar selama 3 tahun SMP-SMA.

Ia juga menegaskan penyelenggaraan wisuda di sekolah selama ini membebani orang tua murid lantaran harus mengeluarkan biaya. Padahal, pemerintah sudah menggratiskan biaya sekolah.

Dedi kemudian mengkritik remaja tersebut karena berasal dari latarbelakang keluarga miskin tetapi meminta agar wisuda/perpisahan diadakan.

Baca Juga: Anggaran Komunikasi dan Kesekretariatan Bank BJB Capai Rp 360 Miliar, Gubernur Dedi Mulyadi Minta Pangkas

"Rumah aja enggak punya (mau) bayar perpisahan gimana speak up-nya. Harusnya saya kritik ya harusnya speak up-nya begini, kritik gubernur karena gubernur membebani rakyat sekolah harus bayar iuran kritik gubernur karena membiarkan orang tua membiarkan orang tua dibebani untuk pembayaran sekolah kritik gubernur karena membiarkan banjir," jelas Demul.

Remaja itu kemudian menjelaskan dirinya bukan bermaksud mengkritik melainkan menyampaikan aspirasi lantaran merasa tidak adil lantaran adiknya tidak bisa merasakan perpisahan atau wisuda.

"Bukan mengkritik Pak lebih tepatnya itu menurut saya itu kayak gitu tuh perlakuannya enggak adil," ujar remaja itu.

Kemudian, Dedi mempersilakan jika siswa ingin mengadakan wisuda atau perpisahan tetapi harus diselenggarakan secara mandiri dan tidak melibatkan sekolah.

Sebab, kata Dedi, pelibatan pihak sekolah rentan dirundung karena menyelenggarakan wisuda atau perpisahan lantaran dianggap mencari untung.

Ia juga menegaskan siswa harus bertanggung jawab dengan segala konsekuensi yang berpotensi terjadi jika menyelenggarakan wisuda/perpisahan mandiri.

Halaman:

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB