MEDIA24.ID, BOGOR - Warga Bogor beberapa hari terakhir ini merasakan cuaca panas. Cuaca panas selain dirasakan di sejumlah wilayah Indonesia, juga di wilayah kota dan Kabupaten Bogor.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan penjelasan terkait faktor-faktor yang menyebabkan cuaca panas beberapa hari ini di Bogor.
Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Citeko, Fatuhri Syabani mengatakan, masyarakat Bogor tengah merasakan suhu udara yang lebih panas dari biasanya.
Baca Juga: BMKG: Wilayah Indonesia Bagian Selatan Diprediksi Kering, Cuaca Semakin Panas Juli - Agustus
"Kondisi ini diakibatkan oleh kolaborasinya atau bercampurnya antara temperatur dan kelembaban udara. Apabila suhu udara tinggi kemudian kelembaban juga tinggi, maka kita sebagai manusia merasakan sebagai kondisi gerah atau semuk istilah Jawa," ungkapnya.
Menurut Fatuhri, suhu panas yang terjadi di wilayah Indonesia adalah akibat pemanasan permukaan sebagai dampak mulai berkurangnya pembentukan awan dan berkurangnya hujan. Hal itu sama seperti hawa gerah yang dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.
Meski demikian, dia menyebutkan kondisi ini merupakan sesuatu yang umum terjadi pada periode peralihan musim hujan ke musim kemarau.
Baca Juga: Pakar Kesehatan Imbau Hal Ini Saat Cuaca Panas
Sebagai kombinasi dampak pemanasan permukaan dan kelembaban yang masih relatif tinggi pada peralihan saat ini, yaitu di pertengahan bulan Mei untuk wilayah Bogor dan sekitarnya.
"Walaupun di wilayah Kota dan Kabupaten Bogor sendiri bukan masuk zona musim," katanya.
Namun lanjut Fatuhri, di beberapa di wilayah Jawa barat yang sudah memasuki musim kemarau, kondisi panas tersebut dirasakan oleh masyarakat dengan mengalami kegerahan.
"Karena kondisi kemarau yang belum benar-benar masuk, tetapi kelembaban udara relatif tinggi sebagai imbas dari berakhirnya musim hujan," jelasnya.
Sedangkan pada malam hari, kondisi gerah juga dirasakan di beberapa wilayah yang masih terdapat tutupan awan.
Sehingga ketika panas atau radiasi bumi tertahan oleh awan, maka akan terhambat panas atau terlepas ke atmosfer.
Artikel Terkait
BMKG: Wilayah Indonesia Bagian Selatan Diprediksi Kering, Cuaca Semakin Panas Juli - Agustus