MEDIA24.ID, KENDAL-Banjir dan tanah longsor melanda beberapa wilayah di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah pada Senin (20/1).
Bencana ini menyebabkan satu warga meninggal dunia dan ratusan lainnya terpaksa mengungsi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal melaporkan korban tewas akibat tanah longsor yang terjadi di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo.
Baca Juga: Waspada Banjir Rob di Utara Jakarta! Ini Daftar Wilayah dan Cara Mengatasinya
"BPBD Kabupaten Kendal melaporkan satu warganya meninggal dunia dan empat luka ringan akibat tanah longsor di Desa Tamanrejo, Kecamatan Sukorejo," kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulis, Rabu (22/1/2025).
Selain Kecamatan Sukorejo, longsor juga menerjang Kecamatan Boja, Limbangan, Patean dan Plantungan. Total ada sebanyak 16 rumah rusak dan 25 jiwa terdampak.
Sementara itu, banjir tercatat melanda wilayah Kecamatan Patebon, Cepiring, Boja, Rowosari, Patean, dan Kendal. Banjir terparah terjadi di Kecamatan Patebon yang disebabkan tanggul Kali Bodri jebol.
Baca Juga: Banjir Masuk Rumah? Ini Tips Pencegahan dan Penanganan Efektif
Banjir dengan ketinggian mencapai satu meter itu menyebabkan 1.065 rumah, 10 tempat ibadah, tiga fasilitas kesehatan, enam fasilitas pendidikan dan tujuh perkantoran terdampak.
"Laporan terkini banjir telah surut, namun hingga Rabu (22/1) pagi masih terdapat 264 warga yang bertahan di empat titik pengungsian. Yakni di rumah dinas Bupati (25 orang), Car Centro (35 orang), SMA 1 Pegandon (86 orang) dan di kantor Dinas Perhubungan (118 orang)," jelas Abdul.
Abdul mengatakan petugas gabungan masih terus melakukan pendataan korban terdampak serta mendirikan posko-posko bantuan untuk kebutuhan logistik.
Meski banjir telah surut, petugas juga masih berjaga untuk mengantisipasi ada banjir susulan. Warga diminta tetap waspada, khususnya bagi warga di sekitar tanggul Kali Bodri.
"Kepada masyarakat di wilayah rawan bencana, agar mempersiapkan perlengkapan darurat seperti makanan, air, pakaian, serta obat-obatan. Ikuti arahan petugas yang berada di lapangan dan pastikan keselamatan diri dan keluarga tetap menjadi prioritas," pungkas Abdul.
Artikel Terkait
Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi, Status Tanggap Darurat Ditetapkan