ekbis

Layani Hampir 1 Juta Pemudik Saat Lebaran, Menhub dan Seskab Tinjau Kesiapan di Stasiun Gambir

Senin, 17 Maret 2025 | 09:30 WIB
Menhub Dudy Purwagandhi dan Seskab Teddy Indra Wijaya meninjau kesiapan Stasiun Gambir (Instagram sekretaris.kabinet)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bersama Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meninjau langsung Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Minggu (16/3/2025). Peninjauan dalam rangka persiapan menghadapi angkutan lebaran 2025.

Kunjungan ini bertujuan memastikan kesiapan sarana, prasarana, pelayanan serta petugas dalam menghadapi lonjakan arus mudik lebaran.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Masyarakat Angkutan Lebaran 2025 yang dikeluarkan Badan Kebijakan Transportasi (BKT), Stasiun Gambir menjadi salah satu simpul transportasi untuk titik keberangkatan utama pemudik, dengan perkiraan 996,65 ribu penumpang atau 4,24 persen dari total pemudik nasional.

Baca Juga: Jelang Lebaran 2025, Menhub Minta Pengusaha Dukung Kebijakan Pembatasan Angkutan Barang

Di Stasiun Gambir, Menhub Dudy dan Seskab Teddy meninjau berbagai aspek kesiapan.

Mulai dari sistem ticketing, fasilitas publik seperti ruang tunggu dan mushola, aksesibilitas bagi penumpang berkebutuhan khusus, hingga kesiapan rangkaian kereta api yang akan melayani perjalanan mudik.

“Kami ingin memastikan seluruh sarana dan prasarana di Stasiun Gambir dalam kondisi optimal. Lonjakan pemudik harus diantisipasi dengan pelayanan yang prima agar perjalanan berlangsung aman dan nyaman,” kata Menhub dikutip dari laman resmi Kemenhub, Minggu. 

Baca Juga: Usulan WFA Disetujui, Menhub : Pelaksanaan Mulai 24-27 Maret 2025

Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan personel pelayanan dan keamanan.

Koordinasi antara PT KAI, kepolisian, dan instansi terkait dinilai krusial guna memastikan kelancaran operasional stasiun.

Sementara itu, melalui akun Instagram @sekretariat.kabinet, Seskab Teddy mengungkap salah satu inovasi terbaru yang diterapkan di Stasiun Gambir adalah sistem Face Recognition (FR).

Dengan sistem ini, kata dia, penumpang tidak perlu lagi menunjukkan kartu identitas kepada petugas stasiun untuk proses naik kereta.

"Layanan yang tidak lagi menggunakan kertas untuk tiket boarding ini telah berhasil mempercepat proses boarding menjadi sekitar 4-5 detik, jauh lebih cepat dibandingkan dengan manual boarding yang membutuhkan waktu sekitar 90 detik," tulisnya. 

Tags

Terkini