gaya-hidup

Ernest Prakasa Kaget Dapat Pesan Palsu BSU Rp600 Ribu, Netizen Heboh: Lucu Banget, Koh

Rabu, 30 Juli 2025 | 17:05 WIB
Ernest Prakasa (Foto: Antara)

“Tata bahasanya kacau sekali. Apa ini semacam penipuan atau benar program dari pemerintah?” tulis komentar yang mempertanyakan keaslian pesan tersebut.

Meski tampak menghibur di permukaan, kasus ini kembali menyoroti modus penipuan digital yang semakin marak terjadi. Banyak pelaku kejahatan siber kini menyasar publik figur demi menarik perhatian lebih luas, sekaligus membuat korban potensial lebih mudah percaya.

Pakar keamanan digital menyebutkan bahwa pesan seperti ini masuk dalam kategori phishing atau rekayasa sosial, di mana pelaku berusaha menggiring korban untuk datang ke lokasi tertentu atau membagikan data pribadi dengan dalih mendapatkan bantuan.

Biasanya, setelah korban datang atau merespons, pelaku akan meminta identitas, biaya administrasi, atau bahkan kode OTP.

Baca Juga: Kurikulum Berbasis Cinta Diluncurkan, Kemenag Terbitkan Panduan untuk Para Guru

Belum ada klarifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan atau pihak Kantor Pos terkait pesan yang diterima Ernest.

Namun, dalam kasus serupa, Kemenkes sebelumnya sudah menegaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan lewat saluran dan website resmi milik pemerintah, bukan melalui pesan pribadi yang tidak jelas sumbernya.

Kejadian ini pun menjadi pengingat penting bagi masyarakat luas untuk selalu waspada terhadap pesan-pesan mencurigakan, apalagi jika dikirim melalui nomor tak dikenal dan menggunakan embel-embel program pemerintah.

Validasi informasi bisa dilakukan dengan mengecek langsung ke situs resmi Kemenkes, Kantor Pos Indonesia, atau menghubungi call center terkait.

Langkah Ernest Prakasa mengunggah pesan tersebut ke publik turut diapresiasi karena dapat menjadi edukasi bagi warganet agar tidak mudah tertipu oleh pesan serupa. Meskipun tampak menggelikan, nyatanya banyak masyarakat yang bisa menjadi korban serius jika tidak berhati-hati.

Fenomena penipuan berkedok bantuan pemerintah bukan hal baru. Modus semacam ini biasanya meningkat menjelang masa penyaluran bantuan, ketika banyak masyarakat berharap mendapatkan bantuan ekonomi.

Baca Juga: Final Timnas Indonesia Vs Vietnam di Final Piala AFF U-23, Gibran Yakin Garuda Muda Menang Skor 3-0

Sebagai langkah preventif, masyarakat diimbau untuk tidak membagikan data pribadi seperti nomor KTP, rekening, atau kode OTP kepada siapa pun, terlebih jika diminta melalui platform yang tidak resmi.

Dengan semakin canggihnya metode penipuan digital, literasi digital menjadi hal yang sangat penting. Jangan mudah tergoda dengan janji bantuan atau iming-iming hadiah yang terdengar tidak masuk akal, apalagi jika datang dari nomor pribadi yang tidak dikenal.

Ernest Prakasa, yang selama ini dikenal lewat karya dan kritik sosialnya, kini justru menjadi simbol kewaspadaan digital berkat keberaniannya membuka kejadian ini ke publik. Semoga langkah tersebut menginspirasi masyarakat untuk lebih teliti, cerdas, dan bijak dalam menerima informasi digital.

Halaman:

Tags

Terkini