Penyakit yang Sering Menimpa Jamaah Haji di Arab Saudi

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Sabtu, 8 Juni 2024 | 08:53 WIB
Jamaah haji Indonesia wafat di tanah suci (Foto: dok)
Jamaah haji Indonesia wafat di tanah suci (Foto: dok)
 

MEDIA24.ID - Setiap tahunnya, jutaan umat Muslim dari seluruh dunia, termasuk Indonesia, berbondong-bondong menunaikan ibadah haji di Tanah Suci.

Perjalanan spiritual ini tidak hanya menuntut kesiapan mental dan spiritual, tetapi juga kondisi fisik yang prima.

Namun, banyak jemaah haji yang menghadapi berbagai tantangan kesehatan selama berada di Arab Saudi.

Pengurus Pusat Perhimpunan Kedokteran Haji Indonesia (PERDOKHI) mengidentifikasi sejumlah penyakit yang sering menimpa jemaah haji Indonesia.

Penyakit-penyakit tersebut antara lain Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), pneumonia, hingga demensia.

Baca Juga: Upaya Perusakan Hajar Aswad, Sejarah yang Penuh Ujian di Tahun 363 H Hingga Serangan di Tahun 413 H

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)

ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling umum dialami oleh jemaah haji. Kondisi cuaca yang ekstrim, debu, serta keramaian yang padat di tempat-tempat suci seperti Masjidil Haram dan Arafah meningkatkan risiko penularan penyakit ini.

Gejala ISPA meliputi batuk, demam, dan kesulitan bernapas. Pencegahan dapat dilakukan dengan menggunakan masker, menjaga kebersihan tangan, dan menghindari kerumunan saat merasa tidak sehat.

Pneumonia

Pneumonia, atau radang paru-paru, merupakan komplikasi serius dari ISPA yang dapat berakibat fatal, terutama pada jemaah lanjut usia atau yang memiliki kondisi kesehatan sebelumnya.

Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur yang menyerang paru-paru, menyebabkan gejala seperti batuk parah, demam tinggi, dan nyeri dada.

Pencegahan pneumonia dapat dilakukan dengan vaksinasi sebelum berangkat haji dan menjaga kebersihan diri serta lingkungan selama di Tanah Suci.

Baca Juga: Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah, Menggapai Keberkahan dan Kemudahan Rezeki

Demensia

Demensia menjadi tantangan khusus, terutama bagi jemaah haji yang berusia lanjut. Kondisi ini ditandai dengan penurunan fungsi kognitif, termasuk memori, pemikiran, dan kemampuan membuat keputusan.

Situasi haji yang kompleks dan padat dapat memperburuk gejala demensia, membuat jemaah yang terkena menjadi kebingungan dan stres. Pendampingan dan pengawasan ketat sangat diperlukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan mereka selama ibadah haji.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jamaah Haji 2026 Dapat Uang Saku 750 Riyal

Selasa, 14 April 2026 | 08:20 WIB
X