Tak lupa, Dirjen PHU menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh petugas haji. “Pengabdian, ketulusan, dan kerja keras Bapak/Ibu adalah fondasi utama kesuksesan haji tahun ini,” ucapnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam pidatonya menekankan pentingnya inovasi tanpa meninggalkan khittah (prinsip dasar) penyelenggaraan haji.
“Kita harus merawat warisan 75 tahun ini sambil terus beradaptasi dengan dinamika global,” pesannya.
Masa Depan Haji Indonesia: Digitalisasi dan Keberlanjutan
Sebagai penutup, Rakernas diharapkan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret, terutama dalam hal:
Pertama, Digitalisasi layanan (e-manasik, e-tracking jemaah, sistem pembayaran terintegrasi). Kedua, peningkatan kualitas syarikah melalui evaluasi ketat.
Ketiga, penguatan mitigasi risiko, termasuk antisipasi cuaca ekstrem dan krisis kesehatan, dan Keempat, penyusunan roadmap haji berkelanjutan hingga 10 tahun ke depan.
Dengan semangat “Merawat Warisan, Menjawab Zaman”, Kemenag berkomitmen menjadikan haji Indonesia sebagai contoh terbaik dunia dalam hal pelayanan, transparansi, dan inovasi.
Laporan lengkap hasil Rakernas akan dipublikasikan sebagai bahan evaluasi dan acuan kebijakan haji tahun-tahun mendatang. ***