MEDIA24.ID, JABODETABEK - Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, menilai bahwa Banjir Kanal Timur (BKT) dan Sodetan Ciliwung sangat berperan dalam mengurangi dampak banjir di ibu kota.
Ia mengajak masyarakat untuk berpikir positif dan melihat bagaimana proyek-proyek tersebut membantu mengendalikan banjir.
"Bayangkan kalau tidak ada itu. Ayo, kita berpikir positif," ujar Rano saat meninjau lokasi banjir di Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Selasa (4/3/2025).
Baca Juga: Banjir Bekasi Lumpuhkan Jalan Cipendawa dan Ahmad Yani, Pengendara Terpaksa Putar Balik!
Jakarta vs Singapura: Jangan Dibandingkan!
Rano Karno juga membandingkan kondisi Jakarta dengan Singapura, yang memiliki luas wilayah hampir sama. Namun, menurutnya, perbedaan mendasar terletak pada anggaran dan kewenangan.
"Singapura itu negara, bukan kota. Yang membangun itu negara. Jakarta ini yang membangun kota, bukan negara. Ada APBN, tetapi tidak bisa full," jelasnya.
Meski begitu, Jakarta tetap mendapatkan anggaran besar untuk pengendalian banjir. Pemerintah pusat juga turut membantu dengan Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk mengurangi risiko banjir di ibu kota.
Baca Juga: Banjir Terjang Kawasan Elite Grand Galaxy Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Fokus Pembenahan Sungai Ciliwung
Ke depan, Rano menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta akan lebih fokus pada pembenahan Sungai Ciliwung agar air tidak terus meluap saat hujan deras.
"Kami akan fokus membenahi Ciliwung untuk mengatasi banjir Jakarta," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jasa Marga Beri Diskon 20% Tarif Tol selama Libur Lebaran 2025
Banjir Terjang Kawasan Elite Grand Galaxy Bekasi, Ketinggian Air Capai 1,5 Meter
Banjir Bekasi Lumpuhkan Jalan Cipendawa dan Ahmad Yani, Pengendara Terpaksa Putar Balik!