Sekda DKI Diterpa Isu Penyalahgunaan Wewenang, Waka PWNU DKI KH Sulaiman: Kedepankan Asas Praduga Tak Bersalah

Photo Author
Andika Maulana, Media 24
- Kamis, 15 Mei 2025 | 21:24 WIB
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Sulaiman (Foto/Dok/Media24)
Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Sulaiman (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) DKI Jakarta, KH Sulaiman, menyatakan dukungan moril dan solidaritas penuh kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta, Marullah Matali, yang sedang diterpa isu dugaan penyalahgunaan wewenang.

KH Sulaiman menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat disayangkan dan harus disikapi dengan arif serta objektif. Ia menyebut Marullah sebagai salah satu contoh nyata pejabat publik yang bersih, berintegritas tinggi, dan memiliki rekam jejak pelayanan yang tak diragukan lagi.

“Kami mengenal Pak Marullah bukan hanya sebagai pejabat administratif, tetapi sebagai sosok yang membumi, dekat dengan rakyat, dan konsisten dalam menjunjung nilai-nilai keislaman serta keadilan sosial,” ujarnya.

Baca Juga: Kemenag Tetapkan 12 Madrasah sebagai Piloting Pelaksanaan Kurikulum Berbasis Cinta

Terkait isu pengangkatan anak kandungnya, Muhammad Fikri Makarim, sebagai Tenaga Ahli Sekda, KH Sulaiman mengajak masyarakat untuk menilai berdasarkan fakta dan aturan, bukan asumsi atau sentimen pribadi.

“Setiap pejabat memiliki hak untuk memilih tenaga ahli yang dipercaya, asalkan memenuhi syarat kompetensi dan mengikuti mekanisme yang berlaku. Kita tidak bisa langsung mencurigai hanya karena hubungan darah. Jangan sampai rasa keadilan kita dikaburkan oleh prasangka,” tegasnya.

Lebih lanjut, KH Sulaiman mengingatkan pentingnya menjunjung prinsip praduga tak bersalah.

Baca Juga: Peserta Seleksi PPPK Diingatkan Waspadai Modus Penipuan yang Janjikan Kelulusan

“Dalam prinsip Islam dan hukum negara, seseorang tetap dianggap tidak bersalah sampai terbukti melalui proses hukum yang sah. Kita harus dewasa menyikapi persoalan ini. Jangan sampai emosi, sentimen politik, atau narasi sepihak membuat kita menjustifikasi sebelum ada kepastian hukum,” tambahnya.

Ia juga menekankan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh opini liar yang berkembang di media sosial.

“Kita hidup dalam era informasi yang sangat cepat. Tapi cepat bukan berarti benar. Jangan sampai kita turut menyebarkan fitnah yang merusak nama baik seseorang, apalagi jika yang diserang adalah tokoh yang sudah terbukti berjasa dan punya kontribusi besar bagi pembangunan Jakarta,” ucapnya.

KH Sulaiman mengajak warga Jakarta, untuk mendoakan Marullah agar diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi ujian ini.

“Kami percaya, kebenaran akan selalu menemukan jalannya. Pak Marullah adalah panutan dalam birokrasi yang bersih dan bermartabat. Kita doakan beliau tetap diberi kesehatan, kesabaran, dan petunjuk dari Allah SWT dalam setiap langkahnya.”

Tak hanya itu, lanjutnya, KH Sulaiman akan terus berdiri di sisi kebenaran dan menolak segala bentuk fitnah serta upaya pembunuhan karakter.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X