kampus

PBSI UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional tentang Asrul Sani dan Spirit Memodernisasi Kebudayaan Islam

Rabu, 29 Mei 2024 | 10:01 WIB
PBSI UIN Jakarta Gelar Seminar Nasional tentang Asrul Sani dan Spirit Memodernisasi Kebudayaan Islam

MEDIA24, JAKARTA. Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) FITK UIN Jakarta menggelar Kuliah Tamu dan Seminar Nasional tentang Asrul Sani dan Spirit Memodernisasi Kebudayaan Islam. Seminar itu menjadi salah satu rangkaian acara Pestarama (Pekan Apresiasi Sastra dan Drama) yang sudah menginjak periode ke-9 pada tahun ini.

Dilaksanakan pada Senin (27/5/24) di Teater Prof. Mahmud Yunus FITK UIN Jakarta, Ngatawi Al Zastrouw, S.Ag., M.Si., menjadi dosen tamu yang membagikan pengetahuan dan pengalamannya terkait Lesbumi, sebuah lembaga kebudayaan yang pernah ia pimpin pada tahun 2004—2015.

Lesbumi adalah lembaga kebudayaan yang didirikan oleh tiga serangkai, salah satunya adalah Asrul Sani. Dalam Pestarama #9, Asrul Sani menjadi tokoh sastrawan yang karya dan pemikirannya akan direalisasikan dalam bentuk pementasan drama dan kegiatan kebudayaan lain.

Baca Juga: UIN Jakarta Raih Akreditasi Unggul dari BAN-PT

Al Zastrouw menuturkan, Asrul Sani dalam mendirikan Lesbumi, memiliki spirit untuk membawa modernisasi kebudayaan Islam di Indonesia. Menurutnya, Asrul Sani, Usmar Ismail, dan Djamaluddin Malik ingin Lesbumi menjadi lembaga kebudayaan yang menjadikan seni sebagai instrumen untuk memperlihatkan kebudayaan Islam dengan dinamis, membingkai agama sebagai ekspresi, bersifat sangat substansial, dan kritis.

"Lesbumi sebagai lembaga kebudayaan ingin menjadikan seni sebagai instrumen untuk mengekspresikan dan merealisasikan spirit religiusitas," ucap Al Zastrouw kepada audiens yang berasal dari mahasiswa PBSI UIN dan juga mahasiswa kampus lain di Jakarta. 

Zastrouw menambahkah, spirit Lesbumi dalam membawa Islam sebagai ekspresi yang dinamis dan harmonis dalam kesenian, juga dituangkan dalam upaya memodernisasi kelompok teater yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Lesbumi membentuk dan menghidupkan kelompok-kelompok teater di berbagai daerah. Yang dulunya kelompok teater ini seperti anak yatim, tidak punya induk. Dengan adanya Lesbumi, mereka seperti punya induk kembali," katanya.

Baca Juga: PBSI UIN Jakarta Selenggarakan Seminar Integrasi Kajian Keislaman

Salah satu yang sudah berjalan adalah rekonstruksi tata musik dan tata cahaya pada kelompok seni Al Badar. Al Badar adalah kelompok seni yang berasal dari Situbondo dengan ciri khas berbahasa Madura dan sudah berkembang sejak tahun 1960.

Selain menyentuh aktivitas rekonstruksi seni teater, Lesbumi juga melakukan modernisasi kesenian-kesenian pesantren yang mulanya merupakan seni-seni tradisi yang tidak familiar dan tidak dilirik masyarakat, menjadi sebuah kesenian yang populer.

"Lesbumi memodernisasi kesenian pesantren supaya bisa tampil dalam kancah nasional karena saat itu kesenian pesantren cenderung tampil dengan karakter Arabian, timur tengah, dan seni-seni tradisi yang tidak populer sehingga LESBUMI berusaha memodernisasi itu," jelas Al Zastrouw.

Tokoh budayawan yang memilih kebudayaan sebagai jalan dakwahnya itu menyampaikan rasa bangganya terhadap FITK UIN Jakarta dan program studi PBSI karena masih merawat kebudayaan Indonesia sebagai ajang pembelajaran.

"Fakultas dan PBSI ini masih concern untuk mengembangkan seni budaya sebagai sarana untuk belajar dan pembelajaran. Ini luar biasa dan perlu kita apresiasi," katanya. (Selvia Parwati Putri).

Terkini