Kritisi UKT Mahal, Komisi X DPR: Tidak Semua ASN Itu Kaya!

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Sabtu, 18 April 2026 | 15:49 WIB
Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono (Dok. DPR )
Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono (Dok. DPR )

MEDIA24.ID, JAKARTA-Skema penggolongan Uang Kuliah Tunggal (UKT) di perguruan tinggi negeri kini menjadi sorotan tajam Komisi X DPR RI

Hal ini dipicu oleh banyaknya keluhan dari keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merasa keberatan dengan penetapan golongan UKT yang dinilai tidak realistis.

Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, mengungkapkan adanya persepsi keliru yang menganggap setiap keluarga ASN secara otomatis masuk dalam kelompok ekonomi mampu. 

Baca Juga: Meski Kementerian Terdampak Efisiensi Anggaran, Mendiktisaintek Pastikan UKT Tidak Naik

Dampaknya, putra-putri abdi negara ini kerap dijatuhi golongan UKT tinggi yang tidak sebanding dengan pendapatan riil orang tuanya.

Juliyatmono menegaskan bahwa kenaikan penghasilan ASN saat ini tidak cukup signifikan untuk mengejar lonjakan biaya pendidikan.

“Ini jadi problem ke depan. ASN atau PNS itu kenaikannya tidak cukup signifikan, belum memenuhi kebutuhan. Tapi masuk kelas (golongan UKT tinggi) karena dianggap orang yang berlebih cukup. Ini berat, maka harus ada kebijakan khusus,” ujar Juliyatmono di Universitas Negeri Makassar, dikutip Sabtu (18/4).

Baca Juga: UKT Batal Naik, Nadiem Minta PTN Rangkul Mahasiswa yang Mengundurkan Diri

Ia menilai penetapan UKT bagi keluarga ASN saat ini sudah “tidak nyambung” dengan kondisi objektif. Banyak ASN yang justru kesulitan menyekolahkan anak mereka ke jenjang kuliah karena skema yang dipukul rata.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini memberikan gambaran nyata betapa sulitnya posisi ASN golongan menengah. 

Ia menyebut, ASN golongan III/B atau III/D akan sangat tercekik secara finansial jika memiliki dua anak yang kuliah secara bersamaan di perguruan tinggi negeri dengan UKT golongan atas.

“Seorang ASN golongan III/B punya dua anak kuliah itu sangat berat. Mereka tertinggal dengan kondisi objektif sesungguhnya. Jangan sampai mereka tidak mendapat kesempatan luas bagi putra-putrinya untuk mendapatkan pendidikan tinggi,” ungkapnya.

Desak Pemerintah Cari Rumusan Baru

Juliyatmono mendesak pemerintah dan pihak universitas untuk segera mencari rumusan kebijakan yang lebih adil. 

Halaman:

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X