kampus

Kemenag Dorong Internasionalisasi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam untuk Meningkatkan Daya Saing Global

Selasa, 3 Desember 2024 | 19:18 WIB
Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat PTKI, Ajang Pradita, di Media Gathering bertema 'Sosialisasi Capaian dan Tantangan PTKI di Era Disrupsi' di Jakarta, Selasa (3/12/2024). (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) terus mendorong upaya internasionalisasi PTKI sebagai salah satu langkah strategis untuk meningkatkan daya saing global.

Direktur PTKI Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, yang diwakili oleh Kepala Subbagian Tata Usaha Direktorat PTKI, Ajang Pradita, menjelaskan bahwa keberhasilan PTKI di dalam negeri telah menjadi landasan untuk memperluas pengakuan di tingkat internasional.

Saat ini, beberapa PTKI telah menunjukkan capaian signifikan, seperti Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta dan UIN Malang yang masuk ke dalam peringkat 700 besar QS World University Rankings (QS WUR).

Baca Juga: Hakordia 2024, Menag: Seluruh Pejabat Kemenag Wajib Beri Teladan Bebas dari Praktik Suap dan Gratifikasi

Namun, Kemenag menargetkan capaian yang lebih tinggi dengan mengupayakan agar perguruan tinggi keagamaan Islam dapat masuk dalam jajaran peringkat 300 hingga 400 QS WUR.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reputasi PTKI di kancah internasional dan meningkatkan peran pendidikan Islam dalam menjawab tantangan global.

"Saat ini baru UIN Jakarta dan Malang yang masuk ke peringkat QS WUR Asia, kita ingin ke depannya akan muncul yang lainnya," kata Ajang dalam paparannya di Media Gathering bertema 'Sosialisasi Capaian dan Tantangan PTKI di Era Disrupsi' di Jakarta, Selasa (3/12/2024).

Baca Juga: Kemenag Targetkan Sertifikat Guru Madrasah dan Pesantren Selesai Dua Tahun

Dengan modal tersebut, kata Ajang, Kemenag semakin serius dalam mendorong PTKIN untuk bersaing di tingkat internasional. Saat ini, Kemenag telah menetapkan strategi piloting terhadap delapan Universitas Islam Negeri (UIN) untuk memperkuat daya internasionalisasi PTKIN.

Ke-8 UIN yang menjadi fokus piloting adalah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Raden Fatah Palembang, UIN Ar-Raniry Aceh, dan UIN Alauddin Makassar.

"Dari delapan kampus tersebut, UIN Jakarta ditunjuk sebagai leading sector dengan keunggulannya di bidang religious studies," terangnya.

Untuk mewujudkan target ini, Kemenag tidak hanya fokus pada peningkatan reputasi di kancah global, tetapi juga terus memperbaiki performa PTKIN di dalam negeri.

Salah satu langkah konkret adalah menaikkan kuota sertifikasi dosen dari 2.000 menjadi 5.000, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan pengajaran.

Ajang menekankan bahwa tujuan akhirnya adalah mencetak lulusan PTKIN yang tidak hanya unggul dalam teknologi, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual yang kuat.

Halaman:

Tags

Terkini