MEDIA24.ID, NASIONAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan bahwa Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan di wilayah Jabodetabek terbukti efektif dalam menekan intensitas hujan ekstrem.
Operasi ini telah berlangsung sejak 4-8 Maret 2025 untuk mencegah potensi banjir dan longsor.
Menurut Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, OMC dilakukan dengan menyebarkan bahan khusus seperti natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) menggunakan pesawat khusus.
Baca Juga: 9 Link Streaming Legal untuk Teman Ngabuburit, Nonton Film Aman Tanpa Malware!
“Operasi ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan, terutama di daerah yang berisiko tinggi mengalami banjir dan longsor,” ujar Abdul dalam keterangannya, Minggu (9/3/2025).
OMC tidak bisa dilakukan sembarangan. Ada beberapa tahapan yang harus dilewati:
Penetapan Status Tanggap Darurat – Daerah yang terdampak harus menetapkan status darurat terlebih dahulu.
Baca Juga: Patrick Kluivert Terbang ke Jakarta, Siap Pimpin Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
Permohonan dari Pimpinan Daerah – Pemerintah daerah mengajukan permohonan ke BNPB untuk melaksanakan OMC.
Aktivasi Pos Pelaksanaan – BNPB membentuk posko OMC di bandara terdekat.
Analisis Cuaca dari BMKG – Tim BMKG menganalisis situasi cuaca dan menentukan target awan yang akan disemai garam.
Dengan metode ini, hujan dapat dikendalikan sehingga dampak buruk seperti banjir dan longsor bisa diminimalkan. OMC menjadi salah satu inovasi penting dalam menghadapi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim.
Artikel Terkait
Patrick Kluivert Terbang ke Jakarta, Siap Pimpin Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026
IPHI Tolak Wacana Pembubaran Badan Pengelolaan Keuangan Haji
9 Link Streaming Legal untuk Teman Ngabuburit, Nonton Film Aman Tanpa Malware!