MEDIA24.ID, NASIONAL – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, buka suara soal ancaman pengeboman dan pembunuhan yang ditujukan kepadanya dan keluarga.
Meski ancaman itu sempat viral di media sosial usai muncul di kolom komentar kanal YouTube pribadinya, Dedi mengaku sudah terbiasa menghadapi tekanan semacam ini.
“Sejak jadi Bupati Purwakarta, saya sudah sering diancam dibunuh, diculik, dan berbagai bentuk intimidasi lain. Itu risiko seorang pemimpin,” ujar Dedi saat ditemui awak media di Bandung.
Baca Juga: Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Terbakar, 19 Unit Damkar Dikerahkan
Ia menilai, kebijakan seorang pemimpin memang tidak selalu disukai semua pihak. Maka wajar jika kemudian muncul ancaman, entah karena serius atau hanya sekadar iseng.
“Saya akan pelajari dulu, apakah ancaman ini perlu saya laporkan atau cukup saya sikapi dengan bijak. Saya nilai dulu untung dan ruginya,” tambahnya.
Meski begitu, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa ancaman ini tidak akan mematahkan semangatnya dalam memimpin Jawa Barat.
Baca Juga: Simak! Berikut Ini Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di Bulan Mei 2025
Ia tetap komit menjalankan program prioritas, seperti pemberantasan premanisme, penutupan tambang ilegal, hingga evaluasi ketat terhadap izin usaha yang merusak lingkungan.
“Saya akan tetap tegak lurus bekerja, menurunkan premanisme, membenahi lingkungan, serta menutup tambang-tambang ilegal di Jawa Barat,” tegasnya.
Ancaman ini jadi sorotan publik setelah video kunjungan Dedi ke Depok diunggah di YouTube dan dikomentari dengan kalimat bernada ancaman. Netizen yang menemukan komentar itu lantas membagikannya di media sosial hingga viral.
Artikel Terkait
Catat, Ini Barang yang Harus Dibawa dan Tidak Boleh Dibawa saat UTBK 2025
Simak! Berikut Ini Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama di Bulan Mei 2025
Kantor BPJS Kesehatan di Jakarta Terbakar, 19 Unit Damkar Dikerahkan