Cuaca Ekstrem Melanda Daerah di Indonesia, Komisi VIII Minta Pemda Perkuat Kewaspadaan Bencana

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Kamis, 27 November 2025 | 10:11 WIB
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Mahdalena (Dok. DPR RI)
Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Mahdalena (Dok. DPR RI)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKB, Mahdalena, meminta Pemerintah Daerah (Pemda) di seluruh Indonesia meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem yang masih terjadi di berbagai wilayah. 

Ia menegaskan, kondisi cuaca yang tidak menentu dan intensitas hujan yang meningkat harus menjadi peringatan serius bagi daerah rawan banjir dan tanah longsor.

“Cuaca ekstrem hingga saat ini menunjukkan bahwa kerentanan bencana masih sangat tinggi. Pemda harus bergerak cepat, taktis, dan terukur untuk meminimalkan dampak bencana,” ujar Mahdalena di Jakarta, Rabu (26/11/2025).

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Segera Beri Bantuan Warga Terdampak Bencana dan Layanan Trauma Healing di Sumut

Dalam beberapa pekan terakhir, curah hujan tinggi memicu banjir dan longsor di sejumlah daerah. Di Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, longsor menyebabkan empat orang meninggal dunia dan akses jalan nasional terputus. 

Di Sumatera Barat, hujan selama lima hari berturut-turut menyebabkan ribuan rumah terdampak banjir. Sementara di Jawa Tengah, longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, menelan 23 korban jiwa, dengan 21 jenazah telah ditemukan. 

Di Banjarnegara, longsor di Desa Pandanarum menewaskan 12 warga dan 16 orang masih dalam pencarian hingga Ahad (23/11/2025).

Baca Juga: Banjir dan Longsor Lumpuhkan Tapanuli Tengah, Akses Jalan Terputus Total

Menanggapi rentetan bencana tersebut, Mahdalena mengatakan antisipasi harus menjadi prioritas utama. 

Ia meminta Pemda segera melakukan pemetaan risiko, memastikan kesiapan peringatan dini, menyiapkan lokasi evakuasi dan menggerakkan relawan kebencanaan hingga tingkat desa.

“Pencegahan harus melalui koordinasi solid dengan kementerian/lembaga terkait, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan masyarakat lokal. Di wilayah rawan longsor, mitigasi harus dilakukan menyeluruh, mulai dari penguatan tebing, pemantauan retakan tanah, hingga edukasi kepada warga,” ujar Mahdalena.

Ia menegaskan, kesiapsiagaan daerah menjadi kunci di tengah cuaca ekstrem yang masih berlangsung. “Jangan menunggu kejadian. Antisipasi adalah langkah paling efektif untuk melindungi masyarakat,” katanya.

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X