MEDIA24.ID - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengumumkan bahwa sebanyak 41% wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau menjelang akhir Juni 2024.
Dalam keterangan resminya pada hari Senin (24/6/2024), BMKG menyebutkan bahwa zona musim (ZOM) yang mengalami kemarau meliputi berbagai daerah di Indonesia.
Daerah yang sudah memasuki musim kemarau termasuk sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, serta sebagian Papua Selatan.
Meskipun demikian, BMKG juga mencatat variasi curah hujan yang terjadi pada Dasarian I Juni 2024, dengan kriteria rendah (25%), menengah (68%), dan tinggi-sangat tinggi (8%).
Pada Dasarian II Juni 2024, BMKG memprediksi bahwa curah hujan umumnya akan berada pada kriteria rendah - menengah (0 – 150 mm/dasarian).
Baca Juga: Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun, Ternyata Anggota Grup Band
BMKG juga mengidentifikasi wilayah-wilayah yang diprediksi akan mengalami curah hujan kategori menengah (50 - 150 mm/dasarian), mencakup sebagian kecil Sumatera Barat bagian selatan, Jawa Barat bagian barat, Kalimantan Timur bagian barat, serta beberapa daerah kecil di Sulawesi, Maluku Tengah, Papua Barat bagian barat, dan Papua bagian barat.
Sementara itu, wilayah yang diprediksi akan mengalami curah hujan tinggi-sangat tinggi (lebih dari 150 mm/dasarian) meliputi sebagian besar Sumatra, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, sebagian Jawa Tengah, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, serta beberapa daerah kecil di Maluku, Papua Barat, dan Papua.
Dalam analisisnya, BMKG juga memperingatkan tentang potensi banjir tinggi di empat provinsi pada pertengahan Juni 2024, yaitu Sulawesi Tengah (Kabupaten Banggai), Maluku (Kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah, Seram Bagian Barat), Papua Barat (Kabupaten Maybrat, Sorong, Sorong Selatan), dan Papua (Kabupaten Nabire).
Informasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan pihak terkait untuk mengambil langkah antisipasi yang tepat dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
Artikel Terkait
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat, Peringkat Ketiga Dunia dengan AQI 166
Polisi Tangkap Pemasok Sabu untuk Virgoun, Ternyata Anggota Grup Band
Truk Pengangkut Paket Terbakar, Mushaf Alquran Tetap Utuh