Pemerintah Siapkan Pengetatan Pembelian BBM Subsidi Mulai 17 Agustus 2024, Luhut Dorong Penggunaan Bioetanol

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Rabu, 10 Juli 2024 | 13:58 WIB
Luhut (Foto: Sekretariat Presiden)
Luhut (Foto: Sekretariat Presiden)

 

MEDIA24.ID - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan, mengisyaratkan bahwa pemerintah akan mulai menerapkan pengetatan pembelian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada 17 Agustus 2024.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran, serta untuk menghemat anggaran negara.

"Kita berharap 17 Agustus ini kita sudah bisa mulai, di mana orang yang tidak berhak dapat subsidi itu akan bisa kita kurangi," ucap Luhut dalam sebuah video yang dikutip pada Rabu, 10 Juli 2024.

Baca Juga: Ibunda Salshabilla Adriani Ungkap Persiapan Pernikahan dengan Ibrahim Risyad Sejak Tahun Lalu

Luhut menjelaskan, pembatasan ini penting dalam konteks defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024.

Dengan pengetatan pembelian BBM bersubsidi, pemerintah berharap dapat melakukan penghematan yang signifikan dalam anggaran tersebut. Saat ini, PT Pertamina (Persero) sedang menyiapkan regulasi terkait pembatasan ini.

Selain pengetatan BBM subsidi, pemerintah juga berencana untuk mendorong pengembangan bioetanol sebagai bahan bakar alternatif pengganti BBM berbasis fosil.

Bioetanol adalah bahan bakar yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan organik, terutama tumbuhan dengan kandungan karbohidrat tinggi.

"Kita kan sekarang berencana mau mendorong segera bioetanol masuk menggantikan bensin, supaya polusi udara ini juga bisa dikurangi cepat," kata Luhut.

Baca Juga: Barito Putera Siap Sambut BRI Liga 1 2024/25 dengan Pemain Baru dan Fokus Latihan di Yogyakarta

Ia menambahkan, kandungan sulfur dalam bensin bisa mencapai 500 ppm, sementara bioetanol memiliki kandungan sulfur yang jauh lebih rendah, hanya sekitar 50 ppm. Tingginya kandungan sulfur dalam bensin berpengaruh buruk terhadap kualitas udara dan kesehatan manusia.

Dengan pengembangan bioetanol, Luhut berharap dapat menekan jumlah penderita infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan menghemat anggaran negara hingga Rp 38 triliun yang biasanya digunakan untuk mengatasi penyakit pernapasan.

Pengembangan bioetanol oleh Pertamina diharapkan berjalan lancar dan dapat segera diterapkan. "Kalau ini semua berjalan dengan baik, kita bisa menghemat lagi," tutur Luhut.

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X