Menkes Pastikan Virus HMPV Mirip Flu Biasa, Penderita Bisa Sembuh tanpa Perawatan Khusus

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Selasa, 7 Januari 2025 | 16:07 WIB
Virus HMPV di China (Ilustrasi/Freepik)
Virus HMPV di China (Ilustrasi/Freepik)

MEDIA24.ID, JAKARTA-Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan Virus Human Metapneumovirus (HMPV) memiliki karateristik seperti flu biasa.

Menkes Budi juga menegaskan bahwa HMPV bukanlah virus yang mematikan. Virus ini memiliki gejala seperti batuk, demam, pilek, dan sesak napas. 

Sebagian besar orang yang terinfeksi, menurut Menkes, akan pulih dengan sendirinya tanpa memerlukan perawatan khusus.

Baca Juga: Kasus Virus HMPV Marak di China, Kemenkes Imbau Hal Ini untuk Masyarakat Indonesia

Penularan virus HMPV serupa dengan virus flu lainnya, yaitu melalui percikan air liur atau droplet dari individu yang terinfeksi. 

Meskipun umumnya tidak berbahaya, kelompok rentan seperti anak-anak, orang lanjut usia, dan individu dengan kondisi kesehatan tertentu tetap perlu waspada.

Karena itu, Menkes mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, seperti cukup istirahat, mencuci tangan secara rutin, memakai masker saat merasa tidak enak badan.

Baca Juga: Menkes Ingatkan Pengemudi Jangan Abaikan Keletihan selama Perjalanan Masa Nataru

Selain itu, masyarakat diimbau untuk segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika muncul gejala yang mencurigakan.

“Yang terpenting adalah tetap tenang dan waspada. Dengan mengikuti protokol kesehatan 3M, menjaga jarak, mencuci tangan dan memakai masker, sama Seperti COVID-19, kita dapat mengatasi virus ini dengan baik,” kata Menkes dalam keterangan resminya, Senin (6/1/2025).

Menkes juga menjelaskan, virus HMPV berbeda dengan virus COVID-19. 

Menurutnya, COVID-19 merupakan virus baru, sedangkan HMPV adalah virus lama yang sifatnya mirip dengan flu. 

Sistem imunitas manusia sudah mengenal virus ini sejak lama dan mampu meresponsnya dengan baik.

“Berbeda dengan COVID-19 yang baru muncul beberapa tahun lalu, HMPV adalah virus lama yang sudah ada sejak 2001 dan telah beredar ke seluruh dunia sejak 2001. Selama ini juga tidak terjadi apa-apa juga,” pungkas Menkes.

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X