Pagar Bambu Misterius di Laut Tangerang Ganggu Nelayan, Baharkam Polri Angkat Bicara

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Sabtu, 11 Januari 2025 | 18:01 WIB
Pagar laut Tangerang (Foto: dok)
Pagar laut Tangerang (Foto: dok)


MEDIA24.ID – Kemunculan pagar bambu misterius di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang menuai perhatian publik. Pagar tersebut, yang menjulur sejauh 700 meter dari bibir pantai dan membentuk pola zig-zag, dilaporkan mengganggu aktivitas nelayan setempat.

Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), mengonfirmasi bahwa keberadaan pagar ini telah menimbulkan masalah serius bagi nelayan.

"Perahu nelayan sering menabrak pagar saat melaut di malam hari karena tidak terlihat," ujar Pung Nugroho Saksono, Dirjen PSDKP, belum lama ini.  

Baca Juga: Teka-teki Mobil Lexus RI 36 Milik Raffi Ahmad Terungkap: Ini Klarifikasinya

Menanggapi hal ini, Kakorpolairud Baharkam Polri, Irjen M. Yassin Kosasih, menyatakan bahwa pemagaran tersebut merupakan kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

"Pemageran dan penyegelan pagar di laut itu merupakan ranah KKP," jelas Irjen Yassin kepada awak media, Sabtu, 11 Januari 2025.

Meski demikian, Polri siap turun tangan jika keberadaan pagar bambu itu memicu konflik sosial di masyarakat. "Apabila ada gejolak atau konflik sosial, maka Polri akan turun. Kami selalu bekerja sama dengan KKP," tambahnya. 

Para nelayan di kawasan tersebut mengeluhkan bahwa pagar bambu tersebut menghalangi akses keluar masuk perahu, terutama untuk menuju laut Pantura Tangerang dan Jakarta bagian utara.

Baca Juga: RI dan Jepang Sepakati Kerja Sama Sukseskan Program Makan Bergizi Gratis

Beberapa nelayan bahkan mengalami kerusakan perahu akibat menabrak pagar yang sulit terlihat di malam hari.

Pagar yang menancap di terumbu karang ini juga menjadi ancaman bagi ekosistem laut setempat.

"Kami mendapati pagar ini tidak hanya lurus, tapi juga mengitari pulau dengan pola yang tidak beraturan," jelas Pung Nugroho Saksono.

Keberadaan pagar bambu misterius ini memerlukan perhatian serius dari pihak terkait untuk mengatasi dampak negatifnya bagi masyarakat nelayan dan lingkungan laut.

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X