MEDIA24.ID, JAKARTA-Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut kondisi kantor PT Produksi Film Negara (PFN) yang memprihatinkan. Hal itu ia sampaikan usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama jajaran Komisi VI DPR RI.
Dalam kunjungannya itu, Dasco didampingi Direktur Utama (Dirut) PT PFN Riefian Fajarsyah atau Ivan Seventeen yang kemudian berkeliling mengecek studio produksi film di sana.
"Kami telah melihat kondisi terkini perusahaan film negara dan dengan keadaan yang cukup memprihatinkan, bangunan lama," kata Dasco kepada wartawan di Kantor PFN, Jakarta Timur, Jumat (14/3/2025).
Baca Juga: Resmi, Ifan Seventeen Ditunjuk jadi Direktur Utama PT Produksi Film Negara
Dasco menyebut, banyak persoalan di PT PFN yang belum teratasi. Mulai dari utang yang banyak, gaji karyawan belum dibayar hingga operasional dan dana produksi yang tersendat.
"Hutang banyak, gaji karyawan masih tertunggak, gaji direksi yang belum terbayar, dan operasional serta dana produksi yang tersendat-sendat," ujarnya.
Tidak hanya itu, ada juga studio-studio yang bagus namun terbengkalai begitu saja. Melihat kondisi itu, Dasco mendorong pemerintah untuk membantu agar PFN bisa kembali bangkit.
Baca Juga: Ifan Seventeen Jadi Dirut PT PFN, Selebritas Tanah Air Bereaksi
"Kami concern dengan pimpinan dan anggota Komisi VI untuk meminta kepada pemerintah dalam hal ini untuk membantu, memajukan agar industri kreatif, industri film di Indonesia menjadi bangkit," jelas Dasco.
Meski begitu, Dasco juga berharap para karyawan dan pengurus baru yang ada di PFN tetap optimis dan semangat demi memajukan produksi film negara.
“Untuk sama-sama memikirkan bagaimana kemudian membangkitkan industri kreatif dan film melalui pembenahan perusahaan film negara,” tandasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Produksi Film Negara (PFN), Riefian Fajarsyah atau Ifan Seventeen, menilai sidak yang dilakukan Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bersama Komisi VI DPR RI menjadi momentum penting untuk menampung aspirasi PFN.
Ifan menyebut kondisi gedung PFN yang memprihatinkan kini mendapat perhatian DPR.
Ia juga menilai kinerja timnya selama dua hari terakhir sudah efektif, karena aspirasi mereka bisa langsung didengar oleh wakil rakyat.