Baca Juga: Bobby Nasution Tanggapi Viral Kayu Gelondongan Terbawa Banjir dan Longsor di Sumut
Gangguan telekomunikasi turut memperburuk situasi, hingga BNPB mendistribusikan perangkat Starlink ke lokasi pengungsian dan posko untuk memastikan kelancaran komunikasi darurat.
Dari Provinsi Aceh, tercatat 35 warga meninggal, 25 hilang, dan 8 lainnya mengalami luka-luka. Korban terbanyak berasal dari Bener Meriah, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara.
Sementara pendataan masih berlangsung di Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara.
Sebanyak 4.846 kepala keluarga dilaporkan mengungsi, dengan titik terbesar berada di Kota Lhokseumawe yang mencapai 96 lokasi pengungsian. Akses darat di beberapa kabupaten lumpuh total.
Baca Juga: Permudah Pelunasan Haji Tahap I, BSI Optimalkan Layanan E-Channel
Jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh terputus oleh longsor, sementara kerusakan jembatan di Meureudu memutus konektivitas Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.
Beberapa wilayah seperti Gayo Lues, Bener Meriah, dan Aceh Tengah saat ini hanya bisa diakses melalui jalur udara menggunakan Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele Bener Meriah.
Di Sumatera Barat, BNPB mencatat 23 korban meninggal, 12 orang hilang, dan 4 lainnya luka-luka. Para korban berasal dari Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
Sebanyak 3.900 kepala keluarga mengungsi dari berbagai daerah, termasuk 50 titik di Pesisir Selatan dan beberapa titik lainnya di Solok, Pasaman, dan Tanah Datar.
Kerusakan infrastruktur meliputi lima jembatan yang roboh di Padang Pariaman serta longsor di jalur nasional Bukittinggi–Padang dan sejumlah jalur provinsi di Kabupaten Agam.
Akibat longsor di jalur Padang Panjang, lebih dari 200 kendaraan sempat terjebak selama berjam-jam sebelum akhirnya berhasil dievakuasi.