MEDIA24.ID - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menegaskan pentingnya profesionalisme bagi Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dalam menjalankan tugas di lapangan.
Ia mengingatkan agar para petugas tidak hanya bekerja untuk menyenangkan pimpinan, melainkan fokus pada kinerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono usai menghadiri kegiatan townhall meeting bersama PPSU dan jajaran Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Taman Ismail Marzuki, Rabu.
Baca Juga: Transjakarta Terapkan Booking Kursi Royaltrans di Lokasi, Solusi Atasi Antrean dan Penumpang
Acara ini juga dihadiri oleh lurah, camat, wali kota, bupati, serta perangkat daerah lainnya.
Menurut Pramono, forum tersebut digelar sebagai langkah evaluasi sekaligus upaya meningkatkan kinerja PPSU di seluruh wilayah Jakarta.
Ia menekankan bahwa integritas dan akuntabilitas harus menjadi prioritas utama dalam pelayanan publik.
Sorotan utama dalam evaluasi ini adalah kasus pemalsuan laporan tindak lanjut aduan masyarakat melalui aplikasi JAKI yang menggunakan foto berbasis kecerdasan buatan (AI).
Pramono menilai kejadian tersebut sebagai pelanggaran serius yang mencoreng citra Jakarta.
Baca Juga: Jamaah Haji 2026 Mulai Masuk Asrama 21 April, Berikut Jadwalnya!
“Kasus seperti di Kalisari benar-benar merusak kepercayaan publik. Saya tidak ingin hal seperti ini terulang. Tidak ada ruang untuk praktik seperti itu,” tegasnya.
Sebagai langkah perbaikan, Pramono meminta sistem pengelolaan aduan masyarakat, khususnya melalui JAKI, ditingkatkan agar lebih transparan, responsif, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Ia juga menegaskan bahwa setiap laporan warga harus ditindaklanjuti secara nyata, bukan sekadar formalitas administratif.
Baca Juga: Kawal Aksi Buruh FSPMI di DPR, 1.948 Personel Gabungan Diterjunkan