nasional

Ungkap Penyesalan Tentang Program Tapera, Menteri PUPR : Kenapa Harus Tergesa-gesa?

Sabtu, 8 Juni 2024 | 22:24 WIB
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki. (Foto Kemenpupr)

MEDIA24.ID, JAKARTA - Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyatakan penyesalan mengenai Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) yang tengah ramai diperbincangkan di masyarakat.

Menteri PUPR memberikan tanggapan setelah masyarakat dari berbagai kalangan tidak setuju pemerintah mrlakukan pemotongan gaji 3 persen untuk Tapera.

"Dengan kemarahan ini (program Tapera) saya pikir saya menyesal betul," ujar Menteri PUPR.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Hujan Lebat dan Cuaca Ekstrem di 20 Provinsi Indonesia pada 8 Juni 2024

Pak Bas, sapaan akrab Menteri PUPR menyatakan program tapera sebenarnya tidak terlalu urgent untuk ditetapkan secara tergesa-gesa, bahkan menurutnya implementasi program tapera bisa saja ditunda.

Berdasarkan informasi yang dibeberkan Menteri PUPR, pemerintah telah menggelontorkan dana sebesar Rp 105 triliun untuk program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sumbernya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Jika dibandingkan dengan Tapera, dalam waktu 10 tahun hanya mampu mengumpulkan anggara sebesar Rp 50 triliun.

Baca Juga: Raja Arab Saudi Undang 50 WNI Berhaji, Mentri Sri Mulyani Masuk dalam Daftar

"Menurut saya pribadi kalau memang ini belum siap kenapa kita harus tergesa-gesa? Harus diketahui APBN sampai sekarang ini sudah Rp 105 triliun dikucurkan untuk FLPP untuk subsidi bunga," kata Basuki.

"Sedangkan kalau untuk Tapera ini mungkin dalam 10 tahun bisa terkumpul Rp 50 triliun," sambungnya.

Saat ini, Menteri PUPR mengungkap telah berdiskusi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengenai penundaan implementasi tapera yang dinilai oleh masyarakat sangat memberatkan.***

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB