nasional

Gelar Rakernas, Menag Minta Jajarannya Perkuat Sinergi, Inovatif, dan Solutif demi Kemaslahatan Umat

Sabtu, 16 November 2024 | 11:27 WIB
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar dalam pembukaan Rakernas Kemenag di Bogor, Jumat (15/11/2024). (Foto/Dok/Media24)

MEDIA24.ID, BOGOR - Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kementerian Agama (Kemenag) yang berlangsung pada 15-17 November 2024 di Bogor, Jawa Barat, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi dan mencari solusi atas berbagai tantangan umat.

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan bahwa Rakernas harus dimanfaatkan untuk memutar otak demi menghasilkan gagasan inovatif yang berdampak nyata bagi kemaslahatan umat.

"Mari peras otak kita, saling bertukar wawasan dan menyatukan langkah. Berikan solusi terbaik untuk umat," pesan Menag dalam pembukaan Rakernas Kemenag di Bogor, Jumat (15/11/2024).

Baca Juga: Kemenag Perjuangkan Pembentukan Ditjen Pondok Pesantren Berdiri Sendiri

Rakernas tahun ini mengusung tema "Menyatukan Langkah, Mewujudkan Daya Saing Umat untuk Kemaslahatan Masa Depan", yang mencerminkan komitmen Kemenag dalam memperkokoh daya saing umat melalui layanan keagamaan yang berkualitas.

Acara ini juga bertujuan untuk menyamakan visi dan langkah di seluruh unit kerja Kemenag, mulai dari tingkat pusat hingga kecamatan, mengingat kompleksitas tugas lembaga tersebut.

Rakernas dihadiri oleh Menteri Agama, Wakil Menteri Agama, Staf Khusus dan Staf Ahli, pejabat Eselon I dan II Kemenag pusat, pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi. Kehadiran berbagai elemen ini menunjukkan upaya untuk menyatukan pandangan dan memperkuat koordinasi lintas unit kerja.

Baca Juga: Logo dan Tema Hari Guru Nasional 2024 Diterbitkan, Simak Susunan Kegiatan Upacara Bendera

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menekankan bahwa Rakernas menjadi sarana bertukar wawasan dan solusi, khususnya dalam meningkatkan layanan keagamaan di Indonesia. "Rakernas ini untuk menyamakan sekaligus untuk mempertajam visi Kementerian Agama ke depan," ujar Menag

Sebagai institusi dengan struktur vertikal yang menjangkau hingga tingkat kecamatan, penyamaan langkah di berbagai tingkatan organisasi dianggap krusial untuk memastikan efektivitas program dan kebijakan.

Dengan agenda ini, diharapkan Kemenag dapat merumuskan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan umat dan mampu menjawab tantangan zaman demi kemaslahatan generasi mendatang.

Ia juga menekankam komitmennya untuk melaksanakan hal-hal yang telah diamanatkan oleh Presiden Prabowo, yaitu pembersihan organisasi dari berbagai penyimpangan serta pelaksanaan birokrasi yang efisien dan efektif. "Mari bersama kita menjadikan Kemenag semakin baik. Sampaikan berbagai permasalaham yang ada, kita cari pemecahannya" tegas Menag.

Menag Nasaruddin mengingatkan jajarannya tentang tantangan ke depan, yaitu menjadikan agama sebagai faktor independen. Dengan begitu, tokoh agama bisa menjalankan fungsi kritis.

"Pemimpin agama bukan subordinasi dari pemerintah. Kita arahkan menjalankan fungsinya agar bisa berkontribusi dalam fungsi kritis. Sehingga, agama dan negara bisa berjalan seiring, saling menguatkan satu dengan lainnya," ujar Menag.

Halaman:

Tags

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB