MEDIA24.ID - Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan Gerakan Estafet Kebudayaan (GEK) menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Tribute Musisi/ Penyanyi Legendaris 1960-an: Menyulam Temu Rindu, Merajut Kenangan Lagu” yang dihadiri langsung oleh Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Dalam sambutannya, Menteri Fadli Zon menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk penghormatan kepada para legenda musik
Indonesia yang karya-karyanya telah menjadi bagian penting dari perjalanan budaya bangsa.
Kegiatan ini merupakan wujud penghormatan kita kepada para legenda musik yang telah mewarnai perjalanan industri musik Indonesia maupun dunia, kata Fadli Zon.
Baca Juga: Ada Potensi ZIS Rp6-8 Triliun pada Ramadan 2025, Baznas Optimalkan Saluran Digital
Legendaris 1960-an adalah masa keemasan yang melahirkan karya-karya luar biasa, menjadi saksi lahirnya berbagai genre musik, dan menghadirkan musisi-musisi yang hingga kini terus menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.
“Para musisi legendaris tahun 1960-an yang sekarang mungkin sudah sangat senior, perlu
kita apresiasi karena mereka ini adalah bintang-bintang di masa itu, yang menjadi bagian dari
perjalanan banyak orang,” ungkap Menteri Fadli Zon.
Kegiatan ini menghadirkan sejumlah musisi legendaris Indonesia yang telah mengukir
sejarah pada era 1960-an, di antaranya Titiek Sandhora dam Muchsin Alatas, Ernie Djohan, dan
Titik Hamzah.
Baca Juga: 7 Tempat Liburan Tahun Baru di Jakarta yang Asik dan Menyenangkan, Berikut Lokasinya
Sejumlah tokoh turut hadir diantaranya Menteri Pendidikan Abdul Mu’ti, Utusan Khusus Presiden bidang Ekonomi Kreatif Yovie Widianto, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha, para Dirjen di lingkungan Kementerian Kebudayaan serta aktivis seni budaya sekaligus ketua Gerakan Estafet Kebudayaan (GEK), Neno Warisman.
Musisi legendaris Indonesia, Titik Puspa, berhalangan hadir karena kondisi kesehatan di usianya yang ke-88, namun semangat dan dedikasinya tetap dirayakan melalui lagu-lagu ciptaannya yang mewarnai kegiatan ini.
“Kita berharap ada semacam platform di Kementerian Kebudayaan supaya kita bisa
mengapresiasi para musisi yang sudah berkarya sejak lama, berprestasi, bahkan membawa
nama Indonesia di panggung dunia. Ini sangat penting sebagai bagian kekayaan nasional kita,” tambah Menteri Fadli.
Baca Juga: Jembatan Penyeberangan di Taman Nasional Gunung Halimun Salak Ambruk, 24 Orang Terjatuh
Sebagai bagian dari upaya melestarikan musik sebagai medium kebudayaan, Menteri Fadli
Zon menegaskan komitmen Kementerian Kebudayaan dalam mendukung ekosistem musik
di Indonesia.
“Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian yang sekarang ini berdiri sendiri, tentu akan menjadi fasilitator bagi pembangunan ekosistem termasuk musik,”
tegasnya.***