MEDIA24.ID – Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha, menyampaikan pentingnya melestarikan dan mengembangkan budaya Indonesia sebagai jati diri bangsa yang berharga.
Hal ini ia sampaikan dalam Diskusi Budaya “Kebudayaan Dalam Demokrasi Kita”, Jumat (19/1), di Jakarta.
Giring mengapresiasi semangat para maestro budaya yang selama puluhan tahun berjuang melestarikan warisan budaya Indonesia meski tanpa dukungan resmi dari kementerian.
“Selama 79 tahun mereka melestarikan budaya sendiri. Semangat mereka inilah yang terus menginspirasi kami di Kementerian Kebudayaan,” ujarnya.
Budaya yang Hidup dan Berkembang
Menurut Giring, budaya adalah proses yang terus berubah dan berkembang. Ekspresi budaya yang ada saat ini akan menjadi tradisi berharga bagi generasi mendatang.
“Kita harus memastikan budaya terus tumbuh, tidak berhenti di satu titik. Dari kebaya hingga Reyog Ponorogo, semuanya bagian dari identitas kita yang memperkaya dunia,” tambahnya.
Prestasi Budaya Indonesia di UNESCO
Pada Desember lalu, tiga warisan budaya takbenda Indonesia, yaitu Kebaya, Kolintang, dan Reyog Ponorogo, berhasil diinskripsi UNESCO.
Perayaan itu dimeriahkan oleh ribuan ibu-ibu berkebaya, pertunjukan Reyog Ponorogo, musik Kolintang, hingga Festival Noken.
“Merinding rasanya melihat semua berpadu tanpa rasa lebih unggul. Budaya kita adalah kekuatan yang menyatukan keberagaman,” ungkap Giring.
Menjadi Ibu Kota Budaya Dunia
Giring juga menyoroti narasi besar seperti Muaro Jambi, keris, Borobudur, hingga gerakan Bangga Berkebaya sebagai bagian dari upaya memperkuat jati diri bangsa.
Ia memiliki visi menjadikan Indonesia sebagai ibu kota budaya dunia, dengan kekayaan budaya yang tak tertandingi.
“Kita tidak hanya mempertahankan budaya, tapi juga menjadikannya kontribusi besar bagi dunia. Budaya Indonesia adalah aset global,” tegasnya.