MEDIA24.ID, JAKARTA-Hari Gizi dan Pangan Nasional (HGN) diperingati di Indonesia setiap tanggal 25 Januari.
Peringatan Hari Gizi dan Pangan Nasional ini merupakan momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi seimbang serta konsumsi pangan yang bergizi dalam mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi menyebutkan, berbagai masalah gizi nasional yang perlu diperhatikan.
Baca Juga: Saran Ahli Gizi UGM Yogyakarta untuk Makan Bergizi Gratis: Nutrisi Cukup, Penyajian juga Menarik
Hal ini dikarenakan kasus stunting masih 21,5 persen, gizi kurang pada balita 8,5 persen, anemia pada remaja 16,3 persen, kelebihan berat badan pada remaja 12,1 persen, dan obesitas pada orang dewasa 23,4 persen.
Pada tahun 2025, lanjutnya peringatan HGN menjadi semakin relevan di tengah tantangan global yang meliputi meningkatnya prevalensi obesitas, masalah malnutrisi akibat ketidakseimbangan asupan gizi dengan kebutuhan tubuh, serta berbagai penyakit yang berhubungan dengan gaya hidup.
"Peringatan Hari Gizi Nasional ke-65, Kemenkes mengangkat tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat” guna meningkatkan kesadaran publik agar memilih makanan yang bergizi," katanya.
Baca Juga: Kasus Virus HMPV Marak di China, Kemenkes Imbau Hal Ini untuk Masyarakat Indonesia
Sementara itu, Dokter Spesialis Gizi Klinik Rumah Sakit Pondok Indah, Raissa Edwina Djuanda mengajak orang tua melibatkan anak ketika menyiapkan makan dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional.
"Jadilah contoh, libatkan anak dalam mempersiapkan makanan, misalnya dalam belanja bahan makanan, mengolah, mencuci, memasak agar mereka lebih menghargai makanan," katanya.
Raissa menyarankan, untuk membuat jadwal rutin makan bersama keluarga secara teratur untuk membangun kedekatan sekaligus memberikan edukasi tentang gizi.
"Perkenalkan tentang gizi atau makanan sehat sedari dini, dan berilah pujian jika mereka makan dengan baik," ujar dia.
Ia menegaskan bahwa untuk mewujudkan keluarga yang sehat, perlu membangun kebiasaan makan yang benar untuk mencegah keluarga dari penyakit-penyakit seperti obesitas (kelebihan berat badan), stunting (kekurangan gizi kronis), atau penyakit tidak menular lainnya.
"Sebaiknya orang tua memberikan contoh makan, baik kepada anak-anaknya, karena keluarga sangat berperan dalam membentuk kebiasaan makan anak sejak dini," jelasnya.