Timnas Indonesia U-23 Gagal di Piala Asia 2026, Coach Justin Nilai Vanenburg Tak Punya Pemain Hebat era STY

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Minggu, 14 September 2025 | 19:21 WIB
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg mendapatkan sorotan khusus usai gagal membawa Garuda Muda ke Piala Asia U-23 2026 (Instagram @geraldvanenburgofficial)
Pelatih Timnas Indonesia U-23, Gerald Vanenburg mendapatkan sorotan khusus usai gagal membawa Garuda Muda ke Piala Asia U-23 2026 (Instagram @geraldvanenburgofficial)

 

MEDIA24.ID, JAKARTA - Performa Timnas Indonesia U-23 kembali jadi sorotan setelah gagal lolos ke Piala Asia U-23 2026. 

Pengamat sepak bola, Justinus Lhaksana alias Coach Justin menilai merosotnya prestasi Timnas Indonesia U-23 tak lepas dari hilangnya sosok pemain berkualitas seperti di era Shin Tae-yong. 

Jika dulu STY punya Marselino Ferdinan hingga Justin Hubner di Timnas Indonesia U-23, kini Gerald Vanenburg hanya mengandalkan pemain Liga 1 yang dinilai kurang selevel dengan mereka.

Baca Juga: IMOS 2025 Siap Digelar, Pameran Sepeda Motor Terbesar dengan Berbagai Program Seru

Hal ini, menurut Coach Justin, permainan anak asuh Gerald Vanenburg memang jauh dari memuaskan, seraya menyoroti kreativitas para pemain nyaris tidak terlihat sepanjang laga kualifikasi.

“Saya nonton ya memang kreativitas tidak ada. Pemain terlalu bermain nyaman, takut buat kesalahan,” ujar Coach Justin sebagaimana dikutip dari YouTube HY Sport, pada Sabtu, 13 September 2025.

Pengamat sepak bola itu membandingkan langsung kondisi skuad saat masih ditangani Shin Tae-yong dengan era Vanenburg. Ketika itu, beberapa pemain bintang Eropa masih memperkuat Garuda Muda.

Baca Juga: Simak Keunggulan QRIS untuk Mempermudah Pembayaran Digital yang Praktis

“Beda, dulu ada Nathan, Justin, Struick, bahkan Ridho ada di situ juga. Sekarang pemain Liga 1 semua. Beda banget kualitasnya,” tegas Coach Justin.

Meski begitu, Coach Justin menyebut kegagalan ini tidak bisa semata-mata ditimpakan kepada Vanenburg. Sebab, faktor persiapan juga sangat mempengaruhi performa tim Garuda Muda.

“Mungkin pelatihnya butuh waktu lagi. Dia juga complaint kalau kita kurang kreativitas. Tapi itu memang tugas pelatih. Masalahnya, dia enggak punya banyak waktu,” jelasnya.

Coach Justin mencontohkan, Shin Tae-yong sempat diberi kesempatan panjang untuk membentuk tim, termasuk menggelar pemusatan latihan hingga uji coba ke Kroasia. Sementara itu, Vanenburg hanya punya waktu lima hari sebelum laga kualifikasi.

Baca Juga: Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Membeberkan Beberapa Alasan Banjir Bisa Terjadi di Bali

“Event ini juga terlalu cepat datangnya buat Vanenburg. Dia enggak dapat persiapan dengan benar. Jadi kalau dibilang siapa yang salah, ya pelatih juga ada salahnya. Tapi waktu persiapan dan kualitas pemain juga sangat berpengaruh,” terangnya.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Marco Bezzecchi Menang di MotoGP Brasil 2026

Senin, 23 Maret 2026 | 07:05 WIB
X