Libur Sekolah selama Ramadhan, Ketua MUI: Unsur Produktivitas Siswa harus Jadi Pertimbangan

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Rabu, 1 Januari 2025 | 22:50 WIB
Guru sedang mengajar di sekolah (Istimewa )
Guru sedang mengajar di sekolah (Istimewa )

MEDIA24.ID, JAKARTA-Wacana libur sekolah selama sebulan saat Ramadhan masih dikaji. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis juga ikut menanggapi terkait wacana libur sebulan selama Ramadhan.

Menurutnya, wacana itu perlu dikaji lebih dalam lantaran tak semua siswa beragama Islam. Unsur produktivitas siswa selama libur juga harus jadi pertimbangan.

Cholil mengatakan, libur panjang selama bulan Ramadhan sebenarnya telah diterapkan oleh sejumlah pesantren. Pasalnya, pesantren umumnya memiliki kurikulum dan masa belajar yang beda dengan sekolah umum.

Baca Juga: Libur Sekolah Selama Ramadhan? Ketua Komisi X DPR Perlu Dikaji secara Matang

"Kalau sebagian pesantren sudah melaksanakan libur panjang bahkan seminggu sebelum Ramadhan dan masuk seminggu setelah Ramadhan. Hampir ya, 45 hari malah liburnya," kata Cholil kepada wartawan, Rabu (1/12).

"Tapi kalau untuk umum saya pikir perlu menyesuaikan dengan kurikulum, ya kurikulumnya, di samping juga yang kedua tidak semuanya muslim. Tapi menurut saya itu tergantung kajian mana yang lebih bermanfaat, tetapi bukan liburnya, tetapi soal produktivitasnya," ucapnya.

Cholil pun mengatakan, sekolah sebaiknya tetap mengadakan kegiatan belajar mengajar selama Ramadhan. Jika ingin meningkatkan spiritual siswa Muslim, pendidik bisa menyertakan sejumlah aktivitas terkait itu.

Baca Juga: Wacana Sekolah Libur Sebulan Selama Ramadhan, Begini Tanggapan Menag

Ia berpandangan siswa bisa terbiasa untuk berpuasa selagi belajar. Dengan begitu, kegiatan belajar mengajar tak akan mengganggu ibadah siswa.

"Karena sebenarnya orang berpuasa dengan belajar itu kalau dibiasakan, tidak mengganggu. Tapi kalau dimaklumi karena lapar dan seterusnya, maka menjadi tidak produktif oleh Nabi Muhammad SAW ya, pendidikan itu pada saat puasa tidak terganggu, bahkan ada peperangan di saat bulan puasa," ujarnya.

Menteri Agama Nasaruddin Umar sebelumnya menyampaikan wacana mengenai libur sekolah selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan.

Ia mengatakan, esensi bulan Ramadhan adalah bulan konsentrasi bagi umat Islam untuk beribadah. Karenanya, ia berharap ibadah para peserta didik selama berpuasa tetap berkualitas.

"Nah, Ramadhan kali ini kita berobsesi akan bagaimana Ramadhannya berkualitas, bagaimana membikin Ramadhan berkualitas ya, mulai dari anak kecil sampai dewasa, kita memikirkan perspektif terhadap masyarakat di Ramadan itu," kata dia.

Libur selama Ramadhan ini sendiri sudah berlaku di kalangan pondok pesantren. Oleh sebab itu, ia berencana mengupayakan hal ini di golongan sekolah umum.

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X