IEE Series 2025 Segera Hadir Bawakan Konsep The Battery Show Indonesia, Berikut Tanggalnya

Photo Author
Gunawan Daulay, Media 24
- Kamis, 24 April 2025 | 21:34 WIB
Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Series) 2025 kembali digelar, yang menghadirkan sejumlah inovasi baru (IEE)
Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Series) 2025 kembali digelar, yang menghadirkan sejumlah inovasi baru (IEE)

MEDIA24.ID, AUTO TEKNO - Setelah sukses dengan IEE Series 2024 dengan menghadirkan lebih dari 2.800 perusahaan peserta dan mencatatkan total 64.374 trade attendees.

Indonesia Energy & Engineering Series (IEE Series) 2025 kembali digelar, yang menghadirkan sejumlah inovasi baru. Salah satu sorotan utama tahun ini adalah hadirnya The Battery Show Indonesia.

Pameran IEE Series 2025 rencananya akan digelar pada17–20 September 2025 bersamaan dengan berlangsungnya bersamaan dengan Electric dan Power Indonesia serta Mining Indonesia.

Baca Juga: Infinix XBOOK B15 Harga Ramah Kantong Mulai Rp 5 Jutaan, Berikut Spesifikasi Lengkapnya

Tidak hanya itu, pameran ini juga menghadirkan ekosistem industri baterai secara menyeluruh, mulai dari riset dan pengembangan di sektor hulu hingga penerapan teknologi di sektor hilir.

Country Director Pamerindo Indonesia Lia Indriasari mengatakan Indonesia merupakan pasar teknologi baterai yang berkembang pesat dan sangat menjanjikan.

Seiring dengan terus majunya penerapan teknologi di berbagai sektor, permintaan akan baterai turut meningkat, baik untuk kendaraan listrik, penyimpanan energi terbarukan, elektronik konsumen, hingga aplikasi industri.

Baca Juga: Besok Terakhir Pelunasan Biaya Perjalanan Haji Reguler 1446 Hijriah

“The Battery Show ini menjadi platform yang sangat tepat bagi produsen baterai, baik lokal maupun internasional, untuk memamerkan inovasi terbaru mereka serta mendorong kolaborasi dan peluang bisnis di pasar yang terus bertumbuh ini,” ujar Lia dalam keterangan persnya Rabu, 23 April 2025.

Lia mengungkapkan saat ini industri baterai menunjukkan tren pertumbuhan yang positif. Hal ini sejalan dengan prospek pertumbuhan industri baterai di Indonesia yang kian menjanjikan.

Pesatnya pertumbuhan pasar, kata Lia tidak lepas dari posisi strategis Indonesia dalam lanskap energi global. Sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan PDB yang mencapai US$1 triliun, Indonesia juga menempati peringkat ke-10 dunia berdasarkan paritas daya beli.

Baca Juga: Eks Raja OTT KPK Harun Al-Rasyid Didaulat sebagai Deputi Pengawasan BP Haji, Wujudkan Haji Aman, Nyaman, dan Akuntabel

“Terlebih, daya tarik pasar ini semakin diperkuat oleh stabilitas ekonomi nasional serta proyeksi pertumbuhan PDB pada tahun 2024 yang tetap positif, yakni di kisaran 4,7% hingga 5,5%, sebagaimana diproyeksikan oleh Bank Indonesia,”jelasnya.

Menurut Lia,disamping kekuatan ekonomi makro yang terus tumbuh, potensi sektor energi Indonesia juga menunjukkan peningkatan signifikan, khususnya dalam pengembangan infrastruktur, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.

“Perkembangan ini pun mendorong lonjakan permintaan terhadap teknologi baterai yang efisien dan berkelanjutan di berbagai sektor, mulai dari otomotif dan elektronik konsumen, hingga penyimpanan energi dan industri berat,”ujarnya.

Halaman:

Editor: Gunawan Daulay

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X