Konten Pengguna TikTok di Take Down, Begini Penjelasannya

Photo Author
Nofellisa Aropah, Media 24
- Kamis, 7 November 2024 | 21:50 WIB
TikTok (Ilustrasi/TikTok)
TikTok (Ilustrasi/TikTok)

MEDIA24.ID, JAKARTA- TikTok Indonesia menjelaskan alasan di balik penangguhan (take down) sejumlah konten yang diunggah oleh pengguna, dan langkah yang harus dilakukan saat konten tersebut ditangguhkan dari platform TikTok.

"Kalau konten di take down (dihapus), jangan langsung panik dan langsung dihapus karena TikTok menyadari ini sebagai platform bisa salah," kata Communications Director TikTok Indonesia Anggini Setiawan saat acara pertemuan media di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (7/11/2024).

Dia menambahkan, TikTok menyediakan fitur banding. "Artinya, kami menyediakan fitur banding, tapi tidak akan bisa diproses kalau videonya dihapus duluan," ujarnya.

Baca Juga: TikTok Tindak Tegas Konten Hoaks: 178 Juta Video Ditangguhkan, Ribuan Akun Dihapus

Anggini menjelaskan bahwa TikTok selalu berusaha meningkatkan pelayanan mereka agar pengguna dapat menggunakan TikTok dengan nyaman.

Oleh karena itu, TikTok menggunakan sistem moderasi konten dengan bantuan AI (kecerdasan buatan) untuk memantau mana konten yang tidak melanggar panduan komunitas TikTok, mana konten yang harus ditangguhkan.

Dalam kebijakan penggunaan TikTok, platform tersebut telah membagikan peraturan yang harus dipatuhi pengguna, salah satunya dilarang memuat konten pornografi, SARA, ujaran kebencian, dan tendensi negatif lainnya.

Baca Juga: Makna Butterfly Era yang Viral di TikTok: Fase Jatuh Cinta dan Perubahan Baru

"Cukup berat ya kalau mau memoderasi konten, jadi kita menggunakan bantuan mesin yang dilatih untuk melihat visual, gestur, audio," kata Anggini.

Sayangnya, penggunaan mesin atau AI itu terkadang menangguhkan konten-konten yang sebenarnya tidak melanggar peraturan komunitas TikTok.

Anggini juga mengatakan, bahwa beberapa kesalahan dalam penangguhan konten bisa saja terjadi, sehingga pengguna diharapkan dapat memanfaatkan fitur banding jika merasa konten mereka aman dan tidak melanggar ketentuan.

"Tapi mesin tidak bisa berpikir dan menangkap konteks atau narasi, itu belum tentu benar-benar dilihat langsung (oleh) TikTok," sambungnya.

Lebih lanjut, penangguhan konten video akan berbeda antara satu pengguna dan pengguna lainnya. Setelah AI melakukan penangguhan konten, TikTok akan menyaring kembali konten tersebut (selama pengguna meminta banding dan tidak menghapus konten videonya).

Nantinya, TikTok akan menilai apakah konten yang ditangguhkan tersebut murni kesalahan dari AI atau benar-benar perlu untuk ditangguhkan. Jika konten yang ditangguhkan merupakan kesalahan dari AI, maka TikTok akan menaikkan kembali konten tersebut.

Halaman:

Editor: Nofellisa Aropah

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X