MEDIA24.ID - Di tahun 2024 telah terjadi lonjakan minat yang signifikan terhadap penguras kripto (crypto-drainers) di pasar dark web, menurut penelitian dari Kaspersky Digital Footprint Intelligence.
Fenomena ini menandakan ancaman baru yang perlu diwaspadai oleh para pelaku industri kripto dan pengguna cryptocurrency.
Penguras kripto merupakan jenis malware yang dirancang untuk mencuri dana dari dompet pengguna dengan memanfaatkan berbagai metode penipuan yang semakin berkembang.
Apa itu Penguras Kripto dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Penguras kripto pertama kali muncul sekitar tiga tahun lalu dan bekerja dengan mengelabui korban agar mengizinkan transaksi penipuan melalui berbagai cara.
Baca Juga: GameMax Dragon Knight 2, Performa Tinggi Gaming dan Workstation
Metode yang digunakan termasuk airdrop palsu, situs phishing, ekstensi browser berbahaya, iklan penipuan, kontrak pintar berbahaya, dan pasar NFT palsu.
Para penjahat siber menggunakan taktik ini untuk menyasar pengguna kripto dengan tujuan mencuri aset mereka.
Peningkatan Diskusi tentang Penguras Kripto di Dark Web
Kaspersky melaporkan bahwa jumlah utas di dark web yang membahas penguras kripto mengalami peningkatan signifikan, mencapai 135% pada tahun 2024.
Baca Juga: Penuhi Panggilan KPK, Hasto Kirimkan Surat Permohonan Praperadilan
Dari hanya 55 utas pada tahun 2022, angka ini melonjak menjadi 129 utas pada 2024.
Dalam utas ini, penjahat dunia maya tidak hanya membahas jual beli perangkat lunak berbahaya, tetapi juga menyusun tim untuk pendistribusian malware penguras kripto, yang menunjukkan bahwa ancaman ini semakin terorganisir dan berkembang.
Peringatan Para Ahli Keamanan Mengenai Tren Ini
Artikel Terkait
Sempat Banjir Kritikan, T.O.P Akan Ikut Interview Netflix untuk Squid Game 2, Pertama Kali Sapa Media Setelah 8 Tahun
Penuhi Panggilan KPK, Hasto Kirimkan Surat Permohonan Praperadilan
GameMax Dragon Knight 2, Performa Tinggi Gaming dan Workstation