Lima strategi utama dalam program ini antara lain pelatihan berkala dan intensif untuk tenaga kesehatan dan kader mengenai deteksi dini komplikasi, kegawatdaruratan, dan perawatan neonatal risiko tinggi.
Juga ada pendampingan Klinis Pasca Pelatihan oleh dokter spesialis kandungan dan anak untuk memperkuat keterampilan lapangan. Program ini juga memberikan dukungan peralatan medis untuk skrining dan penanganan emergensi yang sesuai standar nasional.
Di Indramayu, salah satu wilayah implementasi, salah satu perwakilan Dinas Kesehatan menyatakan bahwa angka rujukan emergensi menurun signifikan karena kader kini mampu mengenali tanda bahaya sejak dini.
“Perubahan ini tidak hanya berdampak pada kinerja individu, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kualitas layanan kesehatan ibu dan anak di wilayah kami," katanya.
Dia menyebutkan, pendampingan yang dilakukan telah menambah rasa percaya diri para kader dan tenaga kesehatan. Hal itu menjadi fondasi kuat dalam memberikan pelayanan yang responsif dan tepat sasaran dan telah mengubah cara masyarakat memandang kehamilan sebagai proses yang harus dijaga bersama.
Artikel Terkait
Penyebab Kematian Ibu dan Bayi Jadi Lebih Banyak, Hati-hati KomplikasiĀ