Prabowo Hadiri KTT Darurat Gaza di Kairo: Indonesia Siap Kirim 20.000 Pasukan Perdamaian dan Dorong Perdamaian Berkelanjutan

Photo Author
Rahmah Zakiya, Media 24
- Senin, 13 Oktober 2025 | 18:56 WIB
Presiden Prabowo Perdana Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila  (Tangkapan layar YouTube Setpres )
Presiden Prabowo Perdana Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila (Tangkapan layar YouTube Setpres )

Pernyataan itu kini mulai diwujudkan secara konkret melalui keterlibatan langsung Indonesia dalam perumusan mandat operasi, zona aman, serta struktur komando pasukan multinasional yang akan bertugas di wilayah Gaza.

Peran Indonesia dianggap penting karena memiliki rekam jejak kuat dalam misi perdamaian internasional.

Selama dua dekade terakhir, pasukan Indonesia aktif dalam berbagai operasi PBB, mulai dari Lebanon hingga Afrika Tengah, dan dikenal profesional, disiplin, serta dipercaya masyarakat sipil.

Baca Juga: Timnas Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Erick Thohir Sampaikan Permohonan Maaf

Pengalaman dan Kredibilitas Indonesia Jadi Modal Utama

Kredibilitas Indonesia di dunia internasional tidak muncul begitu saja. Negara ini telah membangun interoperabilitas lintas matra, memperkuat logistik militer, serta menunjukkan kemampuan dalam rekonstruksi wilayah pascakonflik.


Keberhasilan membangun kembali Aceh dan Nias pascatsunami 2004 menjadi contoh nyata kemampuan Indonesia dalam menggabungkan aspek kemanusiaan, keamanan, dan rekonstruksi sosial.

Sebagaimana disampaikan oleh pakar hubungan internasional Ramesh Thakur, “Warga sipil tidak dilindungi dengan kata-kata, tetapi dengan mandat, logistik, dan kemauan politik.”
Di Kairo, Prabowo membawa ketiganya: mandat kuat, kesiapan pasukan, dan posisi politik yang netral serta dipercaya oleh komunitas internasional.

Sementara menurut analis keamanan global Kai Michael Kenkel, keberhasilan misi modern tidak hanya bergantung pada kekuatan militer, tetapi juga kemampuan menghubungkan **keamanan dengan kemanusiaan**. Dalam konteks Gaza, Indonesia siap memainkan peran itu: menjamin jeda tembak, menjaga jalur bantuan, dan memastikan hak-hak warga terlindungi.

Diplomasi yang Mempersatukan Dunia

Kairo menjadi panggung diplomasi strategis global, di mana berbagai kekuatan dunia bersatu untuk menegakkan perdamaian.

Di tengah kalkulasi politik negara-negara besar, Indonesia tampil tenang, aktif, dan dipercaya sebagai jembatan di antara pihak-pihak yang berseberangan.

Kehadiran Presiden Prabowo di pertemuan ini memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan moderat yang mampu menggabungkan diplomasi dan disiplin lapangan, sekaligus mempertegas komitmen bangsa terhadap **perdamaian dunia**, sebagaimana diamanatkan oleh Pembukaan **UUD 1945.

Dengan langkah ini, Indonesia tidak hanya mengukir sejarah baru di Timur Tengah, tetapi juga menunjukkan pada dunia bahwa diplomasi damai dan kekuatan moral dapat berjalan berdampingan menuju dunia yang lebih stabil dan berkeadilan.

Halaman:

Editor: Rahmah Zakiya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X