BRI Berdayakan UMKM Keripik Pisang di Bakauheni Lampung

Photo Author
Gho Alibiner, Media 24
- Rabu, 23 Oktober 2024 | 15:44 WIB
Bazaar UMKM BRILiaN di Lampung (BRI)
Bazaar UMKM BRILiaN di Lampung (BRI)

MEDIA24.ID, Lampung – Di tengah persaingan dunia usaha yang semakin ketat, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah di Indonesia terus berupaya untuk bertahan dan berkembang.

Salah satu contohnya adalah UMKM di Bakauheni, Provinsi Lampung, yang berhasil menunjukkan kemajuan pesat berkat dukungan dan pemberdayaan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI). Salah satu pengusaha yang merasakan manfaat dari dukungan tersebut adalah Riki Junaidi, pemilik usaha keripik pisang dengan merek "Njik Njik."

Riki memulai usahanya pada 15 November 2015 dengan memanfaatkan melimpahnya produksi pisang di wilayah Bakauheni, sebuah daerah yang dikenal sebagai gerbang wisata di Lampung. 

Keripik pisang yang dihasilkan usahanya menjadi oleh-oleh khas daerah ini, yang banyak dicari oleh wisatawan. “Banyak wisatawan yang datang ke sini menanyakan di mana mereka bisa mendapatkan keripik pisang sebagai oleh-oleh,” ujar Riki.

Meski kini usahanya telah berkembang, Riki mengakui bahwa perjalanannya tidak selalu mudah. Pada awal berdirinya usaha, ia menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam hal pemasaran. Untuk mengenalkan produknya ke masyarakat, Riki mengambil langkah strategis dengan memberikan tester secara gratis kepada masyarakat sekitar selama tiga bulan.

“Kami ingin memastikan bahwa produk yang kami jual benar-benar berkualitas dan layak untuk dipasarkan secara luas sebelum meluncurkannya secara resmi,” tambahnya.

Selain tantangan pemasaran, masalah sumber daya manusia (SDM) juga menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha. Namun, Riki berhasil mengatasi hal ini dengan memberdayakan masyarakat setempat.

Ia merekrut dan melatih tetangga-tetangganya untuk membantu produksi dan penjualan keripik pisang. Dalam hal distribusi, ia menggunakan sistem penjualan dengan menitipkan produknya di warung-warung setempat, sehingga konsumen lebih mudah mendapatkan produk tersebut.

Yang membuat produk keripik pisang "Njik Njik" berbeda dari produk sejenis adalah teknik penggorengan yang digunakan. Riki menggunakan proses penggorengan hingga tiga kali untuk menghasilkan cita rasa yang lebih khas dan renyah.

Hal ini menjadi keunggulan kompetitif dari produknya, yang sulit ditandingi oleh produk lain. Berkat keunikan proses produksinya dan upaya kerasnya, omzet penjualan keripik pisang "Njik Njik" kini mencapai puluhan juta rupiah setiap bulannya.

Pemberdayaan yang diberikan oleh BRI memainkan peran penting dalam pertumbuhan usaha Riki. Ia mendapatkan berbagai bentuk dukungan, mulai dari pelatihan hingga akses untuk mengikuti bazar UMKM, yang memberinya peluang lebih besar untuk memasarkan produknya.

Selain itu, BRI juga memberikan dukungan dalam hal pembiayaan, yang sangat membantu UMKM seperti "Njik Njik" dalam mengembangkan kapasitas produksi dan jangkauan pasarnya.

“Kami sangat berterima kasih kepada BRI yang telah banyak membantu kami. Pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan BRI sangat berguna untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kami sebagai pelaku usaha.

Selain itu, kami berharap bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan bazar yang diadakan BRI, karena ini membantu produk kami dikenal lebih luas,” ujar Riki dengan penuh harap.

Halaman:

Editor: Gho Alibiner

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X