Pakar dari UGM Yogyakarta Minta Pemerintah Lanjutkan Transmigrasi, Ternyata Ini Alasannya

Photo Author
Tiffany Sukotjo, Media 24
- Sabtu, 26 Oktober 2024 | 11:14 WIB
Wilayah transmigrasi.  ((Foto - diskominfo.kaltaraprov.go.id) )
Wilayah transmigrasi. ((Foto - diskominfo.kaltaraprov.go.id) )

MEDIA24.ID, JAKARTA – Program transmigrasi yang pernah ramai pada era Orde Baru, perlu dilanjutkan lagi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena mempunyai berbagai dampak positif. 

Pakar Ekonomi UGM Yogyakarta Muhammad Ryan Sanjaya mengatakan kehadiran para transmigran di lahan kosong dan tidak memiliki human capital, maka akan berdampak positif. 

Para transmigran yang berproduksi di wilayah tempatan akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi lokal. 

“Jadi pemerintah masih perlu menyelenggarakan program transmigrasi. Ini diperlukan sebagai upaya redistribusi penduduk untuk mengatasi kepadatan di Pulau Jawa,” ujar dia pada Media, Jumat (25/10).

Baca Juga: Ravidho Ramadhan, Anak Desa Transmigran yang jadi Doktor Termuda MIPA UGM dengan IPK 4.00

Redistribusi penduduk, menurut Ryan masih perlu difasilitasi pemerintah, karena faktanya penduduk Indonesia masih terpusat di Pulau Jawa, sedangkan wilayah lain kosong dan belum dikembangkan.

Program transmigrasi sudah dilaksanakan sejak zaman Indonesia masih di bawah kekuasaan pemerintah kolonial Belanda, tepatnya November 1905. 

Wilayah transmigrasi pertama adalah daerah Gedong Tataan, Karesidenan Lampung. 

Angkatan pertama transmigrasi ini diikuti oleh 155 kepala keluarga dari Kabupaten Karanganyar, Kebumen, Purworejo, dan Karesidenan Kedu. 

Program ini kemudian berlanjut hingga kini. 

Transmigrasi didefinisikan sebagai upaya pemerintah mengatasi masalah kependudukan dan melakukan pemerataan pembangunan serta kesejahteraan.

Ini adalah perpindahan dari wilayah yang padat penduduk ke area wilayah pulau lain yang penduduknya masih sedikit atau belum ada penduduknya.

Baca Juga: USS 2024 Presented by BRImo Bentuk Dukungan BRI Pada Ekonomi Kreatif, Banjir Promo Menarik!

Transmigrasi ke Papua 

Presiden Prabowo menghidupkan kembali Kementerian Transmigrasi, setelah beberapa periode pemerintahan selalu digabungkan dengan kementerian lain. 

Halaman:

Editor: Tiffany Sukotjo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X