Waspada Penipuan Berkedok Tagihan Pajak APK! BRI Imbau Nasabah Lindungi Data dan Keamanan Finansial

Photo Author
Gho Alibiner, Media 24
- Sabtu, 9 November 2024 | 12:29 WIB
BRI waspadai penipuan, MEDIA24.ID
BRI waspadai penipuan, MEDIA24.ID

MEDIA24.ID, BRI Mengingatkan Masyarakat tentang Bahaya Penipuan Perbankan dengan Ekstensi APK, Jangan Sampai Terjebak!

Modus penipuan perbankan terus berkembang dan semakin canggih, membuat masyarakat harus ekstra waspada agar tidak menjadi korban.

Salah satu modus terbaru yang banyak terjadi adalah pengiriman tagihan pajak palsu melalui aplikasi WhatsApp dalam bentuk file dengan ekstensi APK.

Pelaku penipuan berpura-pura sebagai petugas pajak yang mengirimkan tagihan pajak kepada korban, namun ternyata file yang dikirimkan adalah aplikasi APK yang berpotensi mencuri data pengguna.

Menyikapi hal ini, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengimbau seluruh nasabahnya untuk waspada dan tidak mudah terkecoh oleh berbagai modus penipuan yang memanfaatkan celah digital.

Menurut BRI, modus penipuan seperti ini tergolong dalam kategori rekayasa sosial atau social engineering yang bertujuan untuk mengelabui nasabah dan mendapatkan akses pada data pribadi atau perbankan mereka.

Risiko utama dari modus ini adalah potensi kebocoran data transaksi perbankan yang pada akhirnya dapat membahayakan keamanan dana nasabah.

BRI terus berkomitmen untuk memberikan edukasi kepada masyarakat agar lebih peka terhadap modus-modus penipuan digital yang semakin beragam dan canggih.

Direktur Digital dan Teknologi Informasi BRI, Arga M. Nugraha, menekankan bahwa BRI menjadikan keamanan data nasabah sebagai prioritas utama, terutama yang berkaitan langsung dengan keamanan dana nasabah.

Ia menjelaskan bahwa BRI melakukan pengamanan komprehensif mulai dari jaringan, server, hingga pusat data (data center) untuk memastikan perlindungan end-to-end bagi nasabah.

Meski begitu, Arga juga menekankan pentingnya peran serta nasabah dalam menjaga keamanan dengan tidak membagikan informasi sensitif seperti username, password, dan kode OTP kepada pihak mana pun.

Menurut Arga, keamanan siber adalah sebuah upaya berkelanjutan yang membutuhkan inovasi dan peningkatan sistem secara konsisten untuk menjaga keamanan data dan dana nasabah.

Untuk membantu nasabah menghindari penipuan digital, Arga juga membagikan beberapa tips yang dapat dilakukan masyarakat agar tetap aman saat menggunakan layanan perbankan digital. Berikut ini beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan oleh BRI:

  1. Jangan pernah membagikan informasi pribadi seperti username, password, atau kode OTP kepada siapapun, bahkan jika pihak tersebut mengaku sebagai perwakilan dari BRI.
  2. Waspadai pesan atau email mencurigakan yang mengatasnamakan BRI atau institusi resmi lainnya, dan hubungi Call Center resmi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut.
  3. Gunakan koneksi internet yang aman saat mengakses aplikasi perbankan seperti BRImo untuk menghindari peretasan.
  4. Aktifkan fitur keamanan tambahan yang disediakan oleh aplikasi BRImo untuk meningkatkan perlindungan akun.
  5. Gunakan verifikasi dua faktor (2FA) untuk setiap transaksi penting sebagai lapisan keamanan tambahan.
  6. Lakukan pembaruan aplikasi BRImo secara berkala untuk mendapatkan fitur keamanan terbaru.
  7. Segera laporkan kepada pihak bank jika menemukan aktivitas mencurigakan pada akun atau perangkat Anda.

Arga menekankan bahwa praktik keamanan dasar seperti tidak mengunduh file APK sembarangan atau aplikasi tidak resmi sangat penting untuk mencegah penyusupan aplikasi berbahaya.

Ia mengingatkan bahwa, meskipun BRI berupaya maksimal untuk mengamankan sistem perbankan, keamanan perangkat pribadi tetap merupakan tanggung jawab nasabah.

Halaman:

Editor: Gho Alibiner

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB
X