berita

BSN Siapkan Teknologi Pengukuran Carbon Capture and Storage (CCS) yang Akurat

Rabu, 21 Mei 2025 | 19:15 WIB
Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono. (Uji Agung Santosa)

MEDIA24.ID, Jakarta - Badan Standardisasi Nasional (BSN) mendukung implementasi Carbon Capture and Storage (CCS) dengan menyediakan teknologi pengukuran yang akurat.

Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN), Y. Kristianto Widiwardono mengatakan, metrologi memegang peranan penting dalam mendukung CCS secara menyeluruh.

"Melalui sistem pengukuran yang akurat dan tertelusur, kita dapat memastikan setiap ton CO₂ yang ditangkap, ditransportasikan, dan disimpan dihitung secara presisi," katanya dalam Seminar Metrologi bertema “Pengukuran untuk Segala Masa, untuk Semua Orang”, Selasa (20/5/2025).

Menurutnya, pengukuran yang akurat memberikan jaminan nilai ekonomi karena data tersebut menjadi dasar perhitungan insentif karbon, perdagangan karbon, hingga pelaporan ke lembaga internasional. 

Teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) menjadi salah satu pendekatan strategis untuk menurunkan emisi karbon dioksida (CO₂) dari sektor industri dan energi. Teknologi ini membuka peluang investasi besar, tetapi keberhasilannya sangat ditentukan oleh keakuratan dan keandalan sistem pengukuran yang disediakan oleh metrologi.

Investasi Besar Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon di Laut Jawa

Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC) menghitung Indonesia memiliki potensi investasi senilai US$38 miliar dolar AS atau sekitar Rp640,79 triliun untuk pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon di wilayah Laut Jawa. Investasi ini direncanakan mulai bergulir pada 2030.

Kristianto menjelaskan, pengukuran yang andal menjadi kunci untuk memastikan bahwa CO₂ benar-benar tertangkap dari sumber utama emisi seperti industri dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil.

Pengukuran laju alir, tekanan, suhu, dan kualitas CO₂ selama proses penangkapan, transportasi, dan penyimpanan menjadi kunci juga diperlukan untuk memastikan efisiensi energi, pengoperasian yang tepat, aman dan efektif dari seluruh tahapan CCS.

“BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) terus berkontribusi dalam mendukung keberhasilan implementasi CCS, khususnya melalui penyediaan dan pengembangan bahan acuan sebagai sumber ketertelusuran pengukuran CO₂,” ujar Kristianto.

SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk CO2 level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong, juga gas rumah kaca. Hal ini telah diakui internasional dan tercantum dalam Appendix C Key Comparison and Calibration Database (KCDB) Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM).

Peringatan Hari Metrologi Sedunia

Seminar Metrologi bertema “Pengukuran untuk Segala Masa, untuk Semua Orang” ini dilakukan untuk memperingati Hari Metrologi Sedunia (World Metrology Day/WMD) setiap tanggal 20 Mei. 

Peringatan tahun ini menjadi momentum penting untuk menegaskan peran metrologi dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim. Acara ini juga memperingati 150 tahun Konvensi Meter yang menjadi fondasi kerja sama internasional dalam pengukuran.

Melalui penguatan infrastruktur metrologi nasional, SNSU BSN terus berkontribusi dalam menghadirkan data CCS yang transparan, tertelusur, dan dapat diandalkan. Hal ini menjadi fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik dan internasional terhadap komitmen Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim.

 

Halaman:

Terkini

HUT ke-74 Kopassus 2026: Garda Senyap untuk Negeri

Kamis, 16 April 2026 | 15:40 WIB