Lebih Khusyuk dan Nyaman, Umat Buddha Antusias Ikuti Uji Coba Kunjungan Wisata Spiritual di Borobudur

Photo Author
Moh Purwadi, Media 24
- Jumat, 13 Juni 2025 | 08:20 WIB
Ratusan umat Buddha antusias mengikuti uji coba kunjungan wisata spiritual (Dharmayatra) bertajuk Cultural Spiritual Inclusive di Candi Borobudur. (Foto/Dok/Humas Ditjen Buddha)
Ratusan umat Buddha antusias mengikuti uji coba kunjungan wisata spiritual (Dharmayatra) bertajuk Cultural Spiritual Inclusive di Candi Borobudur. (Foto/Dok/Humas Ditjen Buddha)

MEDIA24.ID, MAGELANG – Ratusan umat Buddha antusias mengikuti uji coba kunjungan wisata spiritual (Dharmayatra) bertajuk Cultural Spiritual Inclusive di Candi Borobudur, Magelang, Kamis (12/6/2025).

Umat ​​yang datang dari berbagai perwakilan organisasi keagamaan Buddha dan perguruan tinggi Buddha itu merasa bisa lebih khusyuk dan nyaman bersembahyang karena seluruh prosesi peribadatan dilakukan bersama-sama serta dibimbing langsung oleh para bhikku dan banthe.

Pemimpin Ibadah Uji Coba Kunjungan Wisata Spiritual Borobudur Bhikkhu Ditti Sampanno menyambut positif kegiatan Dharmayatra di Candi Borobudur. Menurut dia, dalam agama Buddha, Dharmayatra dimaknai sebagai kegiatan berkunjung ke situs-situs Buddhis dengan tujuan bukan sekedar wisata tetapi perjalanan spiritual yang memberikan banyak pengalaman dan pengetahuan tentang dharma serta menambah keyakinan.

Baca Juga: Kirab Waisak 2569 BE, Potret Perjalanan Spiritual Sejati Umat Buddha

Kegiatan ini, kata dia, sebagai rangkaian untuk menguji seberapa lama, seberapa jauh umat Buddha dapat melaksanakan Cultural Spiritual Inclusive ini.

"Targetnya 150 orang per jam. Kita diberi waktu jam 7 sampai jam 9. Harapannya 150 orang per jam, jadi dalam 2 jam bisa 300 orang. Nah ini adalah trial untuk bagaimana pelaksanaan 1 jam apa saja yang bisa kita lakukan. Ternyata, dalam satu jam kita bisa melakukan puja atau persembahyangan, penghormatan kemudian juga Puja Mandala di Candi Borobudur," katanya.

Saat disoal mengenai alokasi waktu cukup atau tidak, dia menyebut bahwa ia berusaha menyesuaikan waktu tersebut dengan tingkat kesakralan. “Kalau bisa lebih banyak waktu bisa menikmati,” ujarnya.

Baca Juga: Katat! Ini Barang Bawaan yang Dilarang Dibawa di Koper Bagasi Jemaah

Menurutnya, dengan pangsa pasar umat Buddha yang banyak sekitar 400 juta di dunia, menurut dia, destinasi wisata spiritual ini sangat memungkinkan untuk dilanjutkan.

“Dan kalau permohonan saya ke depan tidak dibatasi waktu, namun cukup diberikan satu space tempat yang khusus, jadi tidak mengganggu wisatawan yang biasa dan juga kita bisa melaksanakan kegiatan dengan baik. Atau kalau tidak diberikan waktu malam, misalkan jam 4 sore sampai jam 9, atau pagi jam 4 subuh sampai jam 7,” ujarnya.

Kegiatan uji coba atau trial ini, kata dia, berkolaborasi dengan yayasan, majelis, perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha.

“Ini adalah trial yang kita lakukan, bekerjasama dengan Daya Nusa atau Yayasan Dharmayatra Nusantara Utama yang berlokasi di Borobudur di bawah Kementerian Agama dan juga kita bekerja sama dengan berbagai majelis-majelis agama Buddha yang ada di Indonesia, serta perguruan tinggi dan lembaga pendidikan agama Buddha. Selain itu, juga turut bekerja sama dengan semua tour travel agent dan juga biro perjalanan dan perhotelan di Magelang dan Yogyakarta,” jelasnya.

Sementara Candra Dvi Jayanti, salah satu peserta mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Syailendra Semarang menilai bahwa kunjungan spiritual seperti ini sangat menarik karena terasa lebih nyaman daripada dilakukan sendiri.

“Sebagai umat saya sangat merasa nyaman dan bisa mengikuti kegiatan ini dengan baik. Kalau misal kunjungan sendiri gitu ya, mungkin kita tidak tahu arah pujanya mau seperti apa, kemudian mungkin kurang mengena karena tidak ada instrukturnya terus kemudian juga mungkin kita belum tahu nih kita mau melakukan apa ya di Candi Borobudur.

Halaman:

Editor: Moh Purwadi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Bikin Gaduh, Turis Asing Ngamuk di Ciledug

Minggu, 12 April 2026 | 10:12 WIB
X