Gus Ibin Putuskan Maju Pilkada Nganjuk 2024, Tak Lepas dari Sosok Penentu Ini

Photo Author
G Febrianto, Media 24
- Minggu, 21 Juli 2024 | 21:57 WIB
Gus Ibin (ketiga dari kiri) bersama rombongan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono di rumah pemenangan, Nganjuk. (Dok. Promedia)
Gus Ibin (ketiga dari kiri) bersama rombongan CEO Promedia Teknologi Indonesia, Agus Sulistriyono di rumah pemenangan, Nganjuk. (Dok. Promedia)

MEDIA24.ID, NGANJUK - Satu lagi kaum muda bakal meramaikan gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2024.

Gus Muhammad Muhibbin Nur yang akrab disapa Gus Ibin menyatakan siap maju dalam pemilihan bupati Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Gus Ibin merupakan putra ke-4 dari KH Muhammad Nur dan Ibu Nyai H Maulidiyyatul Ummayyah selaku pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Al-Mardliyah Mojosari, Loceret, Nganjuk.

Ponpes Mojosari ini merupakan salah satu pesantren tertua di Nganjuk. Banyak tokoh-tokoh ulama yang pernah ‘Nyantri’ di sini.

Terlahir dari keluarga pesantren membuat Gus Ibin panggilan akrabnya, banyak mendapatkan ilmu agama yang kuat.

Baca Juga: Bupati Ponorogo Sugiri Tawarkan Kolaborasi dengan Promedia Gelar Pelatihan Jurnalistik

Hingga dirinya beranjak dewasa pun, masih diminta membangun Ponpes. Sehingga sebagian besar kehidupannya yakni dengan mengajar para santri.

Putuskan Maju Pilkada 3 Bulan Lalu

Saat berdiskusi dengan CEO Promedia Teknologi Indonesia Agus Sulistriyono di rumah pemenangannya, beberapa hari lalu, Gus Ibin mengungkapkan baru memutuskan maju dalam Pilkada 2024 pada 3 bulan yang lalu.

“3 bulan lalu saya tidak berfikiran dan akan mencalonkan diri sebagai calon bupati Nganjuk,” ujarnya di Loceret, Nganjuk.

Pria kelahiran 1984 ini menyampaikan, para kiai melalui hasil diskusi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) calon bupati Nganjuk harus dari kalangan sendiri.

“Dari diskusi para kiai bahwa calon bupati yang didukung harus dari Pondok Pesantren Mojosari, bukan saya ya tapi masih dari Pondok kami,” imbuhnya.

Setelah ada obrolan tersebut, ada perwakilan yang datang ke Ponpes Mojosari untuk membahas hal tersebut.

“Pembahasan tersebut diserahkan kepada ibu kami, karena banyak saudara-saudara kami di sini,” tuturnya.

Alumni D3 Agribisnis Universitas Brawijaya dan S1 Universitas Kadiri ini menyampaikan, pihak PCNU menunggu sekitar 2 minggu dan akhirnya ibu merestui.

Halaman:

Editor: G Febrianto

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Bikin Gaduh, Turis Asing Ngamuk di Ciledug

Minggu, 12 April 2026 | 10:12 WIB
X