MEDIA24.ID, JAKARTA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI mencatat sebanyak 198 jiwa mengungsi di musala dan rusunawa terdekat akibat banjir di Jakarta pada Sabtu (8/2/2025) pukul 14 00 WIB.
"Ratusan pengungsi berada di enam lokasi," kata Kepala BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji di Jakarta, Sabtu (8/2/2025).
Isnawa merinci enam lokasi itu yakni Masjid Shofatul Ummah, Pegadungan, Kalideres (10 kepala keluarga/40 jiwa) dan Rusunawa V RT 15/RW 03, Tegal Alur, Kalideres (3 KK/11 jiwa).
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Melanda Berbagai Wilayah di Indonesia: Banjir dan Angin Kencang Sebabkan Kerusakan
Musala Al Hidayah RW 03, Tegal Alur, Kalideres (6 KK/30 jiwa), RPTRA Alur Anggrek RT 08/RW 04, Tegal Alur, Kalideres (18 KK/41 jiwa), dan musholla Al Mukhlisin, RT 02/ RW 04, Tegal Alur, Kalideres (9 KK/36 jiwa).
"Lalu, Mushalla Nurul Mu'min RW 10, Cengkareng Barat, Cengkareng dengan 10 KK/40 jiwa," ujarnya.
Adapun bantuan yang diberikan yakni 40 kotak makanan siap saji dan empat dus air mineral.
Hingga pukul 14.00 WIB, BPBD DKI mencatat banjir masih melanda di 20 RT dan tiga ruas jalan.
Baca Juga: Banjir Jakarta: 2.000 Warga Mengungsi, Ini Daftar Lokasi Pengungsian
Sebanyak 20 RT itu berada di Jakarta Barat yakni Kedaung Kaliangke (tujuh RT), Tegal Alur (enam RT), Pegadungan (tiga RT), Kapuk (satu RT), Cengkareng Barat (satu RT) dan Cengkareng Timur (dua RT).
Penyebab banjir dengan ketinggian air 30 hingga 100 sentimeter (cm) yakni curah hujan tinggi.
Kemudian, tiga ruas jalan yang tergenang yakni Jalan Tanjung Duren Raya, RT 012/RW 02, Tanjung Duren Utara, Jakarta Barat dengan ketinggian air 30 cm.
Lalu, Jalan Benda Raya RT 02/RW 01, Kamal, Jakarta Barat dengan ketinggian air 25 cm dan Jalan Bumi Cengkareng Indah (Rusun BCI), Cengkareng Timur, Jakarta Barat dengan ketinggian air 60 cm.
"Banjir yang sudah surut yakni Rawa Buaya satu RT dan Jelambar satu RT," ujarnya.
Artikel Terkait
Kurangi Potensi Banjir, Pemprov DKI Lakukan Operasi Modifikasi Cuaca