MEDIA24.ID - Keistimewaan Hari Jumat biasanya dikenal sebagai hari besar kaum muslim melaksanakan sholat Jumat. Untuk diketahui, hari ini kita memasuki 15 Dzulqa'dah 1445 Hijriyah bertepatan Jumat, 24 Mei 2024.
Apa saja keistimewaan Hari Jumat? Selain dijuluki Sayyidul Ayyam (penghulu semua hari), Jumat merupakan hari di mana Allah mengijabah doa-doa hamba-Nya yang memohon. Dari tujuh bilangan hari, Jumat merupakan waktu yang sangat Mustajab untuk berdoa.
Saking agungnya Hari Jumat, Allah menjadikan salah satu nama dari 114 surat Al-Qur'an yaitu "Surah Jumu'ah", surat ke-62 terdiri dari 11 ayat. Surat ini menjadi dasar hukum pelaksanaan sholat Jumat.
Baca Juga: Aroma Wangi para Pengamal Sholawat, Simak Kisahnya
Kata Jumat berasal dari bahasa Arab yang artinya beramai-ramai dan berkumpul. Jumu'ah memiliki akar sama dengan Jama' yang berarti banyak dan juga Jima' yang artinya bergabung. Allah memuliakan umat Nabi Muhammad ﷺ dengan hari Jumat, yang tidak diberikan kepada umat-umat Nabi terdahulu.
Ada banyak Hadis yang menjelaskan keistimewaan Hari Jumat. Berikut tujuh keistimewaan yang patut diketahui umat muslim:
1. Penghulu Semua Hari
Hari Jumat dikenal sebagai penghulu semua hari (Sayyidul Ayyam). Berikut keterangan Hadis yang menerangkan keutamaan tersebut:
سَيِّدُ الْأَيَّامِ عِنْدَ اللهِ يَوْمُ الْجُمُعَةِ وَهُوَ أَعْظَمُ مِنْ يَوْمِ النَّحَرِ وَيَوْمُ الْفِطْرِ وَفِيْهِ خَمْسُ خِصَالٍ فِيْهِ خَلَقَ اللهُ آدَمَ وَفِيْهِ أُهْبِطَ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَى الْأَرْضِ وَفِيْهِ تُوُفِّيَ وَفِيْهِ سَاعَةٌ لَا يَسْأَلُ الْعَبْدُ فِيْهَا اللهَ شَيْئًا إِلَّا أَعْطَاهُ إِيَّاهُ مَا لَمْ يَسْأَلْ إِثْمًا أَوْ قَطِيْعَةَ رَحِمٍ وَفِيْهِ تَقُوْمُ السَّاعَةُ وَمَا مِنْ مَلَكٍ مُقّرَّبٍ وَلَا سَمَاءٍ وَلَا أَرْضٍ وَلَا رِيْحٍ وَلَا جَبَلٍ وَلَا حَجَرٍ إِلَّا وَهُوَ مُشْفِقٌ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ
Artinya: "Rajanya hari di sisi Allah adalah hari Jumat. Ia lebih agung daripada hari raya kurban dan hari raya Fitri. Di dalam Jumat terdapat lima keutamaan. Pada hari Jumat Allah menciptakan Nabi Adam dan mengeluarkannya dari surga ke bumi. Pada hari Jumat pula Nabi Adam wafat. Di dalam hari Jumat terdapat waktu yang tiada seorang hamba meminta sesuatu di dalamnya kecuali Allah mengabulkan permintaannya, selama tidak meminta dosa atau memutus tali silaturahim. Hari Kiamat juga terjadi di hari Jumat. Tiada Malaikat yang didekatkan di sisi Allah, langit, bumi, angin, gunung dan batu kecuali ia khawatir terjadinya Kiamat pada hari Jumat." (HR Ahmad dari Sa'ad bin Ubadah)
2. Setiap Langkah Menuju Masjid Diganjar Pahala
Keistimewaan Jumat lainnya yaitu mendapat ganjaran pahala bagi yang berjalan kaki menuju Masjid untuk sholat Jumat. Berikut Hadisnya:
مَنْ غَسَّلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَاغْتَسَلَ وَبَكَّرَ وَابْتَكَرَ وَمَشَى وَلَمْ يَرْكَبْ وَدَنَا مِنْ الْإِمَامِ فَاسْتَمَعَ وَلَمْ يَلْغُ كَانَ لَهُ بِكُلِّ خُطْوَةٍ عَمَلُ سَنَةٍ أَجْرُ صِيَامِهَا وَقِيَامِهَا
Artinya: "Barangsiapa membasuh pakaian dan kepalanya, mandi, bergegas Jumatan, menemui awal khutbah, berjalan dan tidak menaiki kendaraan, dekat dengan Imam, mendengarkan khutbah dan tidak bermain-main, maka setiap langkahnya mendapat pahala berpuasa dan shalat selama satu tahun." (HR at-Tirmidzi dan Al-Hakim)
Riwayat lain dari Imam Muslim disebutkan: "Barangsiapa berwudhu kemudian memperbaiki wudlunya, lantas berangkat Jumat, dekat dengan Imam dan mendengarkan khotbahnya, maka dosanya di antara hari tersebut dan Jumat berikutnya ditambah tiga hari diampuni." (HR Muslim)
3. Hajinya Orang-orang Fakir
Bagi yang melaksanakan sholat Jumat maka ia mendapat keutamaan seperti hajinya orang-orang fakir (yang tidak mampu). Imam al-Qadla'i dan Ibnu Asakir dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:
اَلْجُمُعَةُ حَجُّ الْفُقَرَاءِ
Artinya: "Jumat merupakan hajinya orang-orang fakir."
Syaikh Ihsan bin Dakhlan menjelaskan, berangkatnya orang-orang yang tidak mampu berhaji menuju sholat Jumat, seperti berangkat menuju tempat haji dalam hal mendapatkan pahala, meskipun berbeda tingkat pahalanya. Dalam hadits ini memberi dorongan untuk melaksanakan sholat Jumat.
4. Bacaan Sholawat Diperlihatkan kepada Rasulullah SAW
Keistimewaan Jumat berikutnya yaitu diperlihatkannya bacaan sholawat kita kepada Baginda Rasulullah ﷺ. Dari Aus ibnu Aus As-Saqafi mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: ".....Maka perbanyaklah oleh kalian membaca shalawat untukku (pada hari Jumat), karena sesungguhnya bacaan sholawat kalian untukku ditampakkan kepadaku. Mereka (para sahabat) bertanya: "Wahai Rasulullah, begaimanakah sholawat kami ditampakkan kepadamu, sedangkan engkau telah menjadi tulang belulang yang hancur?" Rasulullah ﷺ menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan kepada tanah memakan jasad para Nabi." (HR Ahmad)
Baca Juga: Keajaiban Sedekah pada Hari Jumat, Simak Penjelasan Berdasarkan Hadits
5. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Keistimewaan selanjutnya adalah waktu yang sangat mustajab untuk berdoa. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda: "Sebaik-baik hari yang matahari terbit padanya adalah hari Jumat; pada hari itu Adam diciptakan, dan pada hari yang sama Adam dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu juga Adam diturunkan dari surga (ke bumi), dan pada hari itu pula kiamat akan terjadi. Di dalam hari Jumat terdapat suatu saat yang tidak sekali-kali seseorang hamba yang beriman menjumpainya dalam keadaan sholat --Rasulullah menggenggam jari jemarinya mengisyaratkan waktu itu cuma sebentar--- lalu ia meminta suatu kebaikan kepada Allah, melainkan Allah memberinya apa yang dimintanya itu." Abdullah ibnu Salam pernah berkata bahwa ia mengetahui waktu ijabah itu, yaitu di penghujung siang hari Jumat. Pada waktu itulah Allah menciptakan Nabi Adam. Para ulama menjelaskan waktu ijabah itu adalah bakda Ashar sebelum terbenam matahari.
6. Penghapus Dosa
Hari Jumat juga menjadi momentum di mana dosa-dosa kita diampuni oleh Allah Ta'ala. Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu berkata:
عَنِ النَّبِيِّ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ، قَالَ : (( الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Artinya: "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: Sholat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa yang di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi." (HR Muslim 233)
7. Dipelihara dari Siksa Kubur
Keistimewaan lain dari Hari Jumat adalah terjaga dari fitnah dan siksa kubur bagi yang wafat pada hari tersebut. Imam Ahmad dan Imam at-Tirmidzi meriwayatkan Hadis dari Abdillah bin 'Amr bin al-'Ash:
مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوْتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ
Artinya: "Tiada seorang muslim yang wafat di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur."
Maksud terjaganya orang yang wafat di hari Jumat dari fitnah kubur menurut Imam al-Manawi, orang itu tidak ditanya Malaikat di dalam kubur. Pendapat lain dari Imam al-Zayadi, orang yang mati di hari Jumat tetap ditanya Malaikat, namun ia diberi kemudahan dalam menjalaninya.
Itulah tujuh keistimewaan hari Jumat yang penting diketahui kaum muslim. Sejatinya masih banyak lagi dalil yang menyebutkan keutamaan hari Jumat. Semoga kita termasuk orang-orang yang mendapatkan keutamaannya. Aamiin.
Wallahu A'lam
Baca Juga: Khutbah Jumat: 4 Keutamaan Bulan Dzulqa'dah yang Jarang Diketahui